Malaysia dan Cina desak AS bebaskan Nicolas Maduro

MALAYSIA dan Cina mendesak Amerika Serikat untuk segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, yang diculik dalam sebuah operasi militer pada Sabtu dini hari waktu setempat.

Advertisements

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam keterangannya di Kuala Lumpur, Malaysia, Ahad 4 Januari 2026, menyatakan bahwa penangkapan Maduro merupakan pelanggaran yang jelas terhadap hukum internasional.

“Saya telah mengikuti perkembangan di Venezuela dengan keprihatinan yang mendalam. Pemimpin Venezuela dan istrinya telah ditangkap dalam sebuah operasi militer Amerika Serikat yang berskala besar dan tidak lazim,” kata Anwar seperti dilansir Antara.

“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang tidak sah terhadap sebuah negara berdaulat. Presiden Maduro dan istrinya harus segera dibebaskan tanpa penundaan yang tidak semestinya,” tegasnya.

Advertisements

Anwar berpandangan bahwa, apa pun alasannya, penggulingan secara paksa terhadap seorang kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal telah menciptakan preseden yang berbahaya.

Ia menekankan bahwa langkah semacam itu mengikis batasan-batasan mendasar dalam penggunaan kekuasaan antarnegara dan melemahkan kerangka hukum yang menopang tatanan internasional.

“Merupakan hak rakyat Venezuela untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri. Seperti yang telah ditunjukkan oleh sejarah, perubahan kepemimpinan secara tiba-tiba yang dipaksakan melalui kekuatan eksternal justru akan membawa lebih banyak mudarat daripada manfaat, terlebih di sebuah negara yang telah lama bergulat dengan kesulitan ekonomi berkepanjangan dan tekanan sosial yang mendalam,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Malaysia memandang penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara sebagai prinsip yang sangat penting dalam menjaga hubungan damai antarnegara.

Dalam kesempatan terpisah, Kementerian Luar Negeri Cina seperti dilaporkan The Hindu pada Ahad juga mendesak hal senada. Kemlu Cina meminta Amerika Serikat menyelesaikan situasi di Venezuela melalui dialog dan negosiasi.

Beijing menyatakan dalam sebuah pernyataan di situs webnya bahwa Amerika Serikat juga harus memastikan keselamatan pribadi Maduro dan istrinya, dengan mengatakan bahwa deportasi mereka melanggar hukum dan norma internasional.

“Cina menyerukan kepada AS untuk menjamin keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, segera membebaskan mereka, dan menghentikan upaya penggulingan pemerintahan Venezuela,” kata Kemlu Cina dalam sebuah pernyataan, seraya menyebut serangan itu sebagai “pelanggaran nyata terhadap hukum internasional”.

Sehari sebelumnya, juru bicara Kemlu Cina mengecam keras penggunaan kekerasan secara terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap Venezuela dan presidennya, Nicolas Maduro.

“Cina sangat terkejut dan mengecam keras penggunaan kekuatan secara terang-terangan oleh Amerika Serikat terhadap negara berdaulat serta tindakan terhadap presidennya,” ujar juru bicara tersebut.

Juru bicara itu mengatakan Cina mendesak Amerika Serikat mematuhi hukum internasional dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan serta keamanan negara lain.

“Kami menyerukan kepada Amerika Serikat agar mematuhi hukum internasional serta tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan negara lain,” kata kementerian tersebut.

Ia menambahkan bahwa tindakan hegemonik Amerika Serikat itu secara serius melanggar hukum internasional, mencederai kedaulatan Venezuela, serta mengancam perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin.

Pilihan Editor: MA Venezuela Minta Wapres Rodriguez Jadi Presiden Sementara

Advertisements