
JogloNesia – – Bibit Siklon Tropis 91S yang terdeteksi di sekitar wilayah Indonesia telah berkembang menjadi Siklon Tropis Jenna pada Senin (5/1/2026).
Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdhani menjelaskan, berdasarkan hasil analisis pada Selasa (6/1/2026) pukul 07.00 WIB, siklon tersebut mulai terbentuk sejak 5 Januari 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.
“Siklon Tropis Jenna terbentuk dari Bibit Siklon Tropis 91S yang pertama kali teridentifikasi pada Sabtu (3/1/2026) pukul 01.00 WIB,” ujar Andri kepada Kompas.com, Selasa.
Saat ini, posisi Siklon Tropis Jenna berada di wilayah pemantauan TCWC Jakarta, tepatnya di Samudra Hindia bagian barat daya Banten.
Siklon tersebut terpantau berada pada koordinat 15,2 derajat Lintang Selatan (LS) dan 95,5 derajat Bujur Timur (BT).
Andri mengungkapkan, Siklon Tropis Jenna memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 50 knot atau sekitar 100 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum sebesar 990 hPa.
Lantas, apakah Siklon Tropis Jenna berdampak terhadap wilayah Indonesia?
Baca juga: BMKG: Bibit Siklon Tropis 91S Berpotensi Jadi Siklon, Ini Dampaknya di Sejumlah Wilayah
Dampak dan potensi Siklon Tropis Jenna
Lebih lanjut, Andri menjelaskan bahwa Siklon Tropis Jenna masih berpotensi menguat hingga mencapai kategori 3.
Meski demikian, sistem ini diprakirakan bergerak ke arah barat daya dan menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.
Namun, keberadaan Siklon Tropis Jenna tetap berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia.
“Sudah tidak berdampak signifikan, hanya gelombang tinggi saja,” jelas Andri.
Berikut dampak Siklon Tropis Jenna di sekitar wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga 7 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Baca juga: Bibit Siklon Tropis 90S Berkembang Jadi Siklon IGGY, Ini Dampak Cuaca yang Perlu Diwaspadai
Wilayah dengan gelombang tinggi
Gelombang dengan kategori sedang (1,25-2,5 meter) di wilayah berikut:
- Perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung
- Selat Sunda bagian selatan
- Perairan selatan Pulau Jawa
- Samudra Hindia barat Pulau Sumatera
- Samudra Hindia selatan Pulau Jawa
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jasa pelayaran, untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi di wilayah perairan tersebut.
Kondisi laut yang tidak stabil dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kapal berukuran kecil dan perahu nelayan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk mempertimbangkan kondisi cuaca serta selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG demi keselamatan bersama.
Baca juga: Ramai Narasi Bibit Siklon Tropis 90S Akan Jadi Siklon dalam 24 Jam, Ini Kata BMKG
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia