
JogloNesia JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp 17,43 triliun sepanjang tahun 2025.
Capaian ini mencerminkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap kinerja perseroan di tengah fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur nasional.
Berdasarkan segmentasi industri, kontribusi terbesar kontrak baru berasal dari segmen Infrastruktur dan Building. Segmen ini didukung proyek pembangunan jalan, jembatan, sumber daya air, hingga gedung pemerintahan dan fasilitas publik.
Selain itu, kontrak juga berasal dari segmen Energy & Industrial Plant (EPCC), Industri Penunjang Konstruksi, Properti & Realty, serta Investasi.
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, mengatakan capaian kontrak baru tersebut merupakan hasil dari konsistensi transformasi perusahaan.
Wijaya Karya (WIKA) Butuh Restrukturisasi Lagi, Analis Sebut Ini Jalan Terbaik
Transformasi itu berfokus pada keunggulan eksekusi proyek, pengelolaan risiko yang disiplin, serta penerapan strategi berbasis penguatan arus kas.
“Perolehan kontrak ini menunjukkan kepercayaan pemangku kepentingan yang terus terjaga. WIKA akan memastikan setiap proyek dijalankan secara profesional, efisien, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata untuk mendukung program Asta Cita pemerintah,” ujar Agung dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).
Sepanjang 2025, WIKA mengerjakan berbagai proyek infrastruktur strategis yang mendukung program nasional dan berdampak langsung bagi masyarakat.
WIKA Chart by TradingView
Proyek tersebut antara lain pembangunan dan peningkatan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Proyek Akses Tol Patimban Paket 2 untuk meningkatkan konektivitas logistik, serta Proyek Pengendalian Banjir Merauke dan jaringan irigasi di Sumatera Utara guna memperkuat ketahanan air.
WIKA juga terlibat dalam Program Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat sebagai upaya pemerataan akses pendidikan, pembangunan fasilitas kesehatan RS Sardjito Yogyakarta, serta Proyek Pipa Transmisi Gas Segmen SKG Belawan, Stasiun Labuhan Batu yang mendukung hilirisasi industri nasional.
Gelar RUPSLB, Wijaya Karya (WIKA) Ubah Anggaran Dasar & Perubahan Penggunaan Dana PMN
Di sisi sosial, WIKA membangun Hunian Sementara (Huntara) di Aceh Tamiang sebagai respons cepat bagi masyarakat terdampak bencana.
Selain itu, perseroan ditunjuk Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pelaksana Paket Penanganan Keadaan Darurat Pasca Bencana Aceh 1 yang mencakup wilayah Aceh Timur, Aceh Tamiang, dan Kota Langsa.
Ke depan, WIKA optimistis prospek perolehan kontrak akan tetap solid seiring berlanjutnya fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, dan penguatan konektivitas nasional.
Dengan kapabilitas sebagai kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) terintegrasi serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan, WIKA yakin dapat meningkatkan daya saing dan menciptakan nilai tambah jangka panjang.
Kinerja Wijaya Karya (WIKA) Masih Berat, Cermati Prospeknya
“WIKA meyakini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Agung.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia