JAKARTA Pertamina Enduro bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Jakarta Electric PLN dalam laga putaran pertama Proliga 2026 Seri Pontianak di GOR Ahmad Yani, Jumat, 9 Januari 2026. Tertinggal dua set awal, Megawati Hangestri dan rekan-rekannya berhasil memenangi tiga set terakhir, sehingga laga berakhir dengan skor 3-2 (20-25, 22-25, 25-22, 25-17, 15-8).
Duel kedua kesebelasan berlangsung ketat selama lebih dari dua jam. Electric PLN mengendalikan permainan dalam dua set awal. Permainan agresif Neriman Ozsoy dan Celeste Plak membuat Electric PLN tampil lebih efektif. Di satu sisi, Pertamina Enduro belum mampu menjaga stabilitas permainan sehingga tertinggal 0-2 lebih dulu.
Situasi berubah pada set ketiga. Tim asuhan Bulent Karslioglu tampil lebih disiplin dan berani. Megawati Hangestri bersama Wilma Salas dan Iana Shcherban tampil lebih solid sehingga mampu meraih kemenangan di set ketiga.
Penampilan Pertamina Enduro mampu mempertahankan performanya. Perolehan nilai mereka langsung melesat. Para pemain Electric PLN juga melakukan beberapa kesalahan yang itu dimanfaatkan Megawati dan rekan-rekannya. Alhasil, mereka berhasil memenangkan set keempat sehingga pertandingan berlanjut ke set kelima.
Jakarta Electric PLN saat bertanding di Proliga 2026. Dok. PBVSI
Pada set penentuan, Pertamina Enduro langsung tancap gas. Mereka menguasai permainan sejak awal hingga menutup laga dengan kemenangan 15-8, sekaligus memastikan comeback dramatis di hadapan publik Pontianak.
Komentar Kedua Kubu seusai Pertandingan
Asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Alim Suseno, mengatakan hasil tersebut cukup mengecewakan karena timnya gagal mempertahankan keunggulan. “Kalau bicara kecewa, tentu kami kecewa karena sudah unggul 2-0 tetapi akhirnya kalah 3-2,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan tim media Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI), Jumat, 9 Januari 2026.
Meski gagal meraih poin, Alim tetap bersyukur karena kondisi para
pemain. “Kami tetap bersyukur anak-anak masih diberi kesehatan dan pertandingan ini tetap menghasilkan poin,” kata dia.
Menurut Alim, kesalahan sendiri menjadi faktor utama kebangkitan lawan. “Mulai set ketiga, receive dan spike kami banyak error. Di poin-poin krusial di atas angka 20, kesalahan kecil sangat menentukan,” ucapnya.
Pemain Electric PLN, Khalisa, menyebut kondisi tim belum sepenuhnya ideal. “Kami siap bertanding, tetapi ada pemain yang baru menjalani operasi sehingga perlu pengaturan menit bermain dan perawatan. Semoga ke depan kondisi tim semakin membaik,” katanya.
Di satu sisi, pelatih Pertamina Enduro Bulent Karslioglu menilai kemenangan ini mencerminkan karakter timnya yang masih dalam tahap pembentukan. “Ini pertandingan pertama dan kami adalah tim baru. Kami masih saling mengenal, tetapi hari ini kami menunjukkan karakter dan kemampuan untuk bangkit,” ucapnya.
Megawati Hangestri
menyebut kemenangan tersebut menjadi modal pembelajaran penting untuk ke depannya. “Kami belum tampil sempurna, tetapi hari ini cukup baik karena semua pemain menjalankan tanggung jawabnya. Ini pelajaran berharga untuk laga-laga berikutnya,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Megawati mengapresiasi dukungan penonton di Pontianak. “Antusiasme penonton luar biasa dan tertib. Mereka menghargai pemain, itu membuat kami nyaman bermain,” kata Megawati.
Pilihan Editor: Mengapa Proliga 2026 Menerapkan Format Baru
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia