
THOMAS Djiwandono terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Juda Agung. Wakil Menteri Keuangan ini bakal disahkan menempati jabatan baru dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Selasa, 27 Januari 2026.
Sidang paripurna akan digelar pukul 10.00 WIB. Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyatakan pemilihan Thomas sudah diputuskan dalam rapat internal komisi. “Nanti akan dibawa ke DPR RI untuk disahkan dalam rapat paripurna besok,” ujarnya, Senin, 16 Januari 2026.
Thomas, yang juga keponakan Presiden Prabowo Subianto, terpilih setelah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI. Dua pesaingnya adalah Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin Juhro dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Dicky Kartikoyono.
Solikin mengikuti proses uji kelayakan pada Jumat, 23 Januari 2026. Sedangkan Dicky menjalani uji kelayakan Senin siang, 26 Januari 2026, dilanjutkan dengan ujian bagi Thomas Djiwandono di sore harinya.
Nama Thomas diumumkan sebagai Deputi Gubernur BI yang baru hanya berselang kurang dari 30 menit setelah ia menyelesaikan rangkaian ujian. Sebelumnya Misbakhun sempat menegaskan pentingnya jadwal tersebut agar proses pengesahan di tingkat paripurna berjalan tepat waktu.
Profil Thomas Djiwandono
Thomas yang biasa dipanggil Tommy lahir di Jakarta, 7 Mei 1972. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Soedradjad Djiwandono adalah mantan Gubernur Bank Indonesia, sedangkan ibunya Bianti adalah kakak kandung Prabowo Subianto.
Thomas merupakan lulusan Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia juga mengambil master di bidang International Relations and International Economics di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat.
Karier Thomas Djiwandono dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993. Tahun berikutnya, ia bekerja di Indonesia Business Weekly. Selain itu, Tommy pernah bekerja sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.
Pada 2006, ia ditunjuk sebagai Deputy CEO Arsari Group, perusahaan agrobisnis milik pamannya, Hashim Djojohadikusumo. Ia lalu menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra dan dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024.
Pilihan Editor: Masa Depan Integritas Kebijakan Moneter Bank Indonesia
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia