Soal saham gorengan, Pandu Sjahrir: Saya ‘never hate the player, hate the game’

JogloNesia – – Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, akhirnya buka suara soal polemik saham gorengan yang kembali ramai dibicarakan di tengah gejolak pasar modal. Pandu menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada pelaku pasar, melainkan pada aturan main bursa itu sendiri.

Advertisements

“Mohon maaf nih saya mungkin agak kenceng karena urusan-urusan bahasanya goreng-menggoreng. Bahasa saya never hate the player, hate the game,” ujar Pandu dalam Prasasti Economic Forum 2026 di Jakarta, dikutip Jumat (30/1).

Menurut Pandu, ia tidak pernah menyalahkan pihak-pihak tertentu, termasuk kelompok bisnis, ketika ada saham yang mengalami lonjakan harga signifikan. Ia menilai semua pelaku hanya bermain sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya enggak pernah nyalahin kok misalnya ada beberapa grup bisnis bilang, oh sahamnya jadi naik. We’re just playing the rule of the engagement,” tegasnya.

Advertisements

Justru, kata Pandu, jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan dinamika tersebut, maka yang perlu dibenahi adalah regulasinya, bukan menyalahkan para pemain di pasar.

“Kalau enggak suka dengan rule of engagement, ya ubah rule of engagement-nya. Ini balik ke regulator,” imbuhnya.

Pandu kembali menekankan bahwa dalam dunia pasar modal, semua pihak pada dasarnya sedang berjuang dan berusaha memaksimalkan peluang yang ada. Karena itu, menurutnya, tidak adil jika pelaku pasar dijadikan kambing hitam.

“Karena saya pikir semua orang di sini juga hustle. Never hate the player. Kalau mau marah, ya marah sama gamenya,” tuturnya.

Ia juga menyinggung soal dinamika yang menurutnya sudah bisa diprediksi sejak awal. Bahkan, Pandu menyebut kondisi seperti sekarang seharusnya tidak mengejutkan karena sudah ada cukup waktu untuk memberi masukan dan melakukan penyesuaian.

“Kalau memang begitu, ya Anda harus dikasih masukan tiga sampai lima bulan. Saya juga enggak bingung kenapa pada ribut. Ini sudah pasti terjadi kok menurut saya,” pungkasnya.

Advertisements