Jenjang karier pejabat OJK dan BEI yang mengundurkan diri

EMPAT pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri pada Jumat, 30 Januari 2026. Keputusan mereka menyusul langkah Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman yang mengundurkan diri lebih dulu pada pagi hari.

Advertisements

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK Ismail Riyadi mengatakan pengunduran diri para pejabat OJK tersebut telah disampaikan secara resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan diproses lebih lanjut.

“OJK menegaskan bahwa proses pengunduran diri ini tidak mempengaruhi pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan OJK dalam mengatur, mengawasi, serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan secara nasional,” katanya dalam keterangan tertulis pada Jumat, 30 Januari 2026.

Pejabat OJK yang mundur di antaranya Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar; Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Inarno Djajadi; Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Ida Bagus Aditya Jayaantara; dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara.

Advertisements

Pengunduran diri mereka dilakukan usai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada 28-29 Januari 2026. Sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut mempengaruhi investor di pasar modal hingga terjadi panic selling.

Berikut riwayat karier para pejabat OJK dan Direktur Utama PT BEI yang mundur:

1. Mahendra Siregar

Mahendra dilantik menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan di Mahkamah Agung pada tanggal 20 Juli 2022. Sebelumnya, dia menjabat Wakil Menteri Luar Negeri sejak 25 Oktober 2019 sampai 19 Juli 2022.

Mahendra pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (2019), Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (2013-2014), Wakil Menteri Keuangan (2011-2013), dan Wakil Menteri Perdagangan (2009-2011). Dia juga pernah memegang berbagai jabatan komisaris di korporasi dan organisasi internasional.

Mahendra lulus dengan gelar Master of Economics dari Monash University, Melbourne pada 1991 dan Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1986.

2. Mirza Adityaswara

Sebelum menjadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, dia menjabat Tenaga Ahli Menteri Keuangan dan Direktur Utama Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) pada 2020-2022. Lalu pernah menjabat Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak 2013 hingga 2019. Pada 2015-2019, dia juga menjabat anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Ex-Officio dari Bank Indonesia.

Selain itu, Mirza pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Dewan Komisioner di Lembaga Penjamin Simpanan pada 2010-2013, Kepala Ekonom Bank Mandiri Group sekaligus Managing Director, Head of Capital Market, Mandiri Sekuritas pada 2008–2010.

Mirza juga pernah menjabat Director, Head of Equity Research & Bank Analysis di Credit Suisse Securities Indonesia pada 2005-2008. Sebelumnya sebagai Head of Securities Trading & Research di Bahana Sekuritas dari 2002 hingga 2005. Awal kariernya dimulai sebagai dealer di Bank Sumitomo Niaga pada 1989.

Pria berusia 60 tahun tersebut meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas pada 1992. Selanjutnya meraih gelar Master of Applied Finance dari Macquarie University pada 1995.

3. Ida Bagus Aditya Jayaantara

Sebelum jabatan terakhirnya, dia pernah menjadi Deputi Komisioner Pengawas Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek sejak 12 September 2024. Dia pun baru dilantik sebagai Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon pada 6 Januari 2026.

Aditya juga sempat menjabat sebagai Direktur Penilaian di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan pada 2011.

4. Inarno Djajadi

Sebelum menduduki jabatan terakhirnya, Inarno pernah menjabat sebagai Treasury Officer di PT Aspac Uppindo Sekuritas (1989-1991), Direktur PT Aspac Uppindo Sekuritas (1991-1997), Direktur PT Mitra Duta Sekuritas (1997-1999), Direktur PT Widari Sekuritas (1999), dan Direktur Utama PT Madani Sekuritas (2000-2003).

Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama, Komisaris serta Komisaris Utama PT KPEI (2003-2009, 2010-2013, dan 2013-2016), Komisaris Utama PT Maybank Kim Eng Securities (2013-2014), Komisaris Utama PT CIMB Niaga Sekuritas (2014-2017), serta Komisaris BEI tahun 2017-2018.

Organisasi yang dia ikuti di antaranya sebagai anggota Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) (1992-1994), anggota Dewan Pengawas Profesi Pasar Modal Indonesia (2017-2020), dan sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Jakarta Raya (ISEI Jaya) sejak 2020.

Inarno adalah sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1981.

5. Karier Dirut PT BEI Iman Rachman

Berdasarkan situs resmi BEI, Iman menjabat sejak 29 Juni 2022 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Sebelum menjabat Direktur Utama BEI, dia sebagai Direktur Strategi, Portfolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada 2020-2022.

Awal kariernya tercatat sebagai Manajer di PT Danareksa Sekuritas pada 1998-2003, kemudian Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas pada 2003-2016, Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pada 2016-2018. Selanjutnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) pada 2018-2019, dan Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) pada 2019-2020.

Dalam pendidikan, Iman meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjajaran pada tahun 1995 dan Magister of Business Administration (MBA) Finance dari Leeds University Business School pada tahun 1997.

Pilihan Editor: Setelah MSCI Menemukan Saham Gorengan di Bursa Indonesia

Advertisements