Danantara akan umumkan kejelasan groundbreaking proyek DME

BADAN Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan mengumumkan kejelasan ground breaking proyek Dimethyl Ether (DME) atau gasifikasi batu bara bulan depan. Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan, teknologi yang akan digunakan masih dalam pertimbangan.

Advertisements

“Kami tidak mau nanti output gasnya tidak kompetitif yang akhirnya tidak diserap oleh pasar,” kata Dony di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.

Dony memastikan proyek DME ini akan dikerjakan oleh PT Bukit Asam Tbk. Proyek substitusi liquefied pertoleum gas (LPG) ini direncanakan bagian dari hilirisasi industri yang dilakukan oleh Danantara. “Mudah-mudahan yang DME akan segera kami umumkan dalam 1 bulan ya,” tutur Dony.

Sebelumnya, manajemen PT Bukit Asam Tbk. menyatakan perusahaan asal Cina akan menjadi mitra potensial dari proyek ini. Tetapi belum diungkap karena skema proyek ini masih dalam kajian.

Advertisements

“Kami masih dalam tahap penjajakan,” ujar Corporate Communication & Government Relations Department Head PT Bukit Asam Tbk. Dinna Permana Setyani pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Proyek DME ini pernah dibahas pada 2009 oleh PT Pertamina (Persero) bersama PT Arrtu Mega Energie dan berujung tidak ada kejelasan. Kemudian pada 2018, Bukit Asam meneken nota kesepahaman kerja sama penghiliran batu bara dengan Pertamina dan perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products and Chemical Inc. Tapi proyek ini kembali macet karena Air Products mengundurkan diri.

Proyek gasifikasi ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$ 3,2 miliar atau Rp 52,5 triliun. Kajian dan estimasi sudah dilakukan Bukit Asam bersama dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. atau PGN.

Alif Ilham Fajriadi berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan Editor: Mengapa Mengalihkan Subsidi Elpiji ke DME Batu Bara Merugikan

Advertisements