Prabowo memanggil Menteri Brian Yuliarto ke Istana siang ini

PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atau Mendiktisaintek Brian Yuliarto ke Istana Kepresidenan Jakarta. Brian datang ke kantor Presiden Prabowo itu pada Kamis, 12 Februari 2026.

Advertisements

Brian mengatakan belum tahu persis apa yang akan dia bahas bersama Presiden. Namun, dia berujar Presiden Prabowo kemungkinan ingin membicarakan teknologi pengolahan sampah mikro yang sebelumnya sudah pernah mereka diskusikan. “Mungkin melanjutkan yang sampah mikro kemarin,” kata Brian saat memasuki kompleks Istana.

Brian berujar, teknologi pengolahan sampah mikro saat ini telah digunakan di sejumlah kampus Indonesia. Dia mengatakan ada setidaknya 20 perguruan tinggi yang telah melaksanakan pengolahan sampah di dalam kampus, di antaranya Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, hingga Institut Teknologi Bandung yang baru akan mulai menerapkan teknologi tersebut.

Menurut Brian, pemerintah sedang mendorong kebijakan agar sampah yang muncul di kampus dapat selesai diproses di lingkungan masing-masing. “Kami harapkan tahun ini 100 kampus buat program sampah di kampus selesai di kampus,” tutur mantan wakil rektor ITB ini.

Advertisements

Diskusi soal teknologi pengolahan sampah dalam kampus sebelumnya juga dilakukan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo.

Suharnomo berkunjung ke kantor Teddy pada Selasa sore, 10 Februari 2026. “Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai program Undip yang kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan memperkuat program nol sampah di seluruh area kampus,” seperti tertulis dalam keterangan Sekretariat Kabinet, Rabu, 12 Februari 2026.

Menurut keterangan tersebut, Undip menerapkan sistem pengelolaan sampah yang mengolah limbah menjadi solar, sehingga limbah organik dan non-organik diubah menjadi energi. Dengan teknik tersebut, tidak ada sampah dari Undip yang dibuang ke tempat pembuangan akhir di luar kampus.

Sekretariat Kabinet menyebut program nol sampah di Undip sebagai contoh pengelolaan lingkungan yang modern dan berkelanjutan. “Langkah ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan kesadaran lingkungan bisa berjalan seiring demi menciptakan kampus yang bersih, hijau, dan produktif,” tulis keterangan Sekretariat Kabinet.

Pilihan Editor: Efektifkah Kerja Bakti Rutin Menangani Sampah

Advertisements