Ini respons Avrist soal batas alokasi saham untuk asuransi direncanakan naik jadi 20%

JogloNesia JAKARTA. Pemerintah berencana menaikkan batas atas investasi dana pensiun (dapen) dan asuransi di pasar modal dari 8% menjadi 20%. Hal itu disebutkan sebagai strategi pemerintah untuk memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.

Advertisements

Mengenai hal itu, PT Avrist Assurance menyambut baik adanya kelonggaran yang diberikan pemerintah terkait investasi di saham. Meski ada pelonggaran, Penjabat Sementara (Pjs) Presiden Direktur Avrist Assurance, Agus Setiawan mengatakan pihaknya tidak berarti akan bereaksi langsung menempatkan investasi di saham.

Selain mempertimbangkan volatilitas yang tinggi, pihaknya juga sekarang fokus di produk tradisional sehingga membutuhkan ketahanan dana untuk jangka panjang. Otomatis, instrumen pendapatan tetap menjadi hal yang difokuskan.

Avrist Mantapkan Sinergi Internal Dorong Pertumbuhan Tahun 2026

Advertisements

“Sebab, kami tahu, saham itu juga volatilitasnya tinggi. Kami adalah perusahaan asuransi tentu harus prudent, karena kami memegang kepercayaan dari nasabah dalam mengelola keuangannya untuk jangka panjang,” katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2026).

Agus menjelaskan sejauh ini, porsi investasi Avrist Assurance di saham masih di bawah 10% terhadap total portofolio. Meskipun demikian, dia mengatakan Avrist Assurance tetap terbuka untuk menaruh di saham ke depannya, tetapi dengan sikap yang terukur. 

Alokasi Saham Naik Jadi 20%, Ini Peluang Investasi bagi Dana Pensiun dan Asuransi

“Tentu kami ada porsi untuk memberikan upside return, tetapi itu semua terkalkulasi dengan baik yang terukur. Kami juga mempunyai risk appetite. Jadi, di satu sisi dibuka untuk investasinya, tetapi kalau tidak berhati-hati, itu juga akan memiliki risiko tinggi,” ujar Agus.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Avrist Assurance mencatatkan total investasi sebesar Rp 5,40 triliun per akhir 2025. Adapun penempatan di saham mencapai Rp 448,72 miliar atau porsinya sebesar 8,33%. 

Sementara itu, nilai penempatan investasi terbesar berada di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai sebesar Rp 2,57 triliun atau porsinya sebesar 47,59%. 

Batas Alokasi Saham Asuransi Direncanakan Naik Jadi 20%, Ini Kata AAUI

Advertisements