
JogloNesia – , JAKARTA — Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) memastikan kesepakatan bisnis antara pengusaha Indonesia dan AS di sektor furnitur akan berjalan meski dihadapi ketidakpastian setelah putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat yang membatalkan tarif resiprokal.
Ketua Umum Himki Abdul Sobur mengatakan industri furnitur dan kerajinan memandang keputusan tersebut sebagai dinamika kebijakan yang perlu dicermati, tetapi belum mengubah fundamental hubungan dagang yang sudah berjalan.
“Secara praktik, keputusan ini tidak otomatis membatalkan seluruh hubungan dagang atau kontrak bisnis yang sudah berjalan,” kata Sobur kepada Bisnis, Minggu (22/2/2026).
: MA AS Batalkan Tarif Trump, Pengusaha Beberkan Dampak ke RI
Dia memandang tarif perdagangan internasional tidak hanya bersumber dari kebijakan eksekutif semata. Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan regulasi perdagangan, peran Kongres, hingga perjanjian bilateral yang cakupannya lebih luas.
Oleh karena itu, Himki menilai perkembangan ini secara proporsional. Selama kontrak komersial masih berlaku, maka kesepakatan bisnis antarperusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
: : Pemerintah Pastikan Perusahaan AS Tetap Kena PPN usai Teken Deal dengan Trump
“Situasi saat ini lebih tepat dipandang sebagai fase ketidakpastian kebijakan sementara, bukan penghentian perdagangan. Bagi kami, kesepakatan bisnis antar perusahaan tetap berlaku sepanjang kontrak komersialnya masih berjalan,” tuturnya.
Sejauh ini, pelaku usaha furnitur dan kerajinan mengambil pendekatan wait and see yang terukur sambil tetap menjalankan kontrak ekspor yang telah disepakati.
: : Pengusaha Tekstil Ungkap Nasib Kesepakatan Dagang RI-AS Usai Tarif Trump Dibatalkan MA
Menurutnya, negosiasi bisnis umumnya tidak langsung batal hanya karena keputusan pengadilan, sebab buyer di AS tetap membutuhkan suplai produk secara berkelanjutan.
Bagi industri furnitur, AS merupakan pasar ekspor terbesar. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) sepanjang 2025, ekspor furnitur RI ke AS mencapai US$1,42 miliar, turun tipis dari tahun sebelumnya US$1,43 miliar.
Namun, dia tak memungkiri kondisi ini akan berdampak pada penyesuaian harga sementara, penundaan keputusan order baru, atau renegosiasi klausul tarif hingga ada kepastian kebijakan.
“Dalam praktik perdagangan global, stabilitas supply chain seringkali lebih penting bagi buyer dibanding perubahan kebijakan jangka pendek,” terangnya.
Dari perspektif industri, kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya langkah strategis pemerintah, seperti memperkuat diplomasi perdagangan berbasis sektor agar produk furnitur dan kerajinan tetap kompetitif di pasar AS, serta mendorong kepastian tarif jangka menengah mengingat kontrak produksi berlangsung 6–12 bulan.
Tak kalah penting yaitu mempercepat diversifikasi pasar ekspor ke Eropa, Timur Tengah, dan emerging markets, hingga memberikan dukungan pembiayaan serta stabilitas biaya logistik agar eksportir tetap kompetitif.
“Bagi Himki, yang terpenting saat ini adalah menjaga kepercayaan buyer internasional bahwa Indonesia tetap menjadi mitra produksi yang stabil, andal, dan berorientasi jangka panjang,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif global Presiden Donald Trump. Hal itu menjadi pukulan telak terhadap agenda ekonomi utama Trump sekaligus menjadi kekalahan hukum terbesar sejak ia kembali ke Gedung Putih.
Dilansir Bloomberg, Jumat (20/2/2026) malam, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan kebijakan tarif global Presiden Donald Trump lantaran dipandang melampaui kewenangan.
Dalam putusan 6-3, mayoritas hakim menyatakan Trump telah melampaui kewenangannya dengan menggunakan undang-undang kekuasaan darurat federal untuk memberlakukan tarif resiprokal secara luas.
“Pengadilan menyatakan Trump telah melampaui kewenangannya dengan menggunakan undang-undang kekuasaan darurat federal untuk memberlakukan tarif ‘resiprokal’ di seluruh dunia serta pajak impor terarah yang menurut pemerintah ditujukan untuk mengatasi perdagangan fentanil,” demikian laporan Bloomberg.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia