
JogloNesia JAKARTA. Emiten di sektor farmasi, PT Soho Global Health (SOHO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) hari ini, Senin (23/2/2026).
Dalam RUPSLB hari ini, SOHO meminta restu para pemegang saham untuk menambah kegiatan usaha dengan lima klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI).
Yaitu, Perdagangan Eceran Obat Tradisional untuk Manusia (KBLI 47723), Perdagangan Eceran Melalui Media untuk Komoditi Makanan, Minuman, Tembakau, Kimia, Farmasi, Kosmetik dan Alat Laboratorium (KBLI 47911) dan Perdagangan Eceran Melalui Media untuk Barang Campuran (KBLI 47914).
Senior Executive Vice President SOHO Yuliana Tjhai mengatakan penambahan kegiatan usaha melalui penambahan KBLI ini diperkirakan tidak akan menimbulkan dampak keuangan yang material terhadap kondisi keuangan perusahaan secara konsolidasian.
IHSG Rentan Tertekan, Imbas Sentimen Pembatalan Tarif Trump oleh Mahkamah Agung AS
“Hal ini karena kegiatan usaha yang ditambahkan pada dasarnya masih berada dalam lingkup usaha yang telah dijalankan secara konsolidasi oleh grup SOHO, khususnya terkait mekanisme penjualan kepada konsumen akhir yang sebelumnya dilakukan melalui pihak ketiga,” kata Yuliana, Kamis (19/2/2026).
Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto melihat, hal tersebut merupakan sentimen menarik yang bisa meningkatkan kinerja pergerakan saham.
“Penambahan kegiatan usaha akan menjadi sentimen pendongkrak kinerja dalam jangka panjang,” ujarnya kepada Kontan, Senin (23/2/2026).
Secara teknikal, William melihat kinerja SOHO masih menarik. Ini lantaran tren sahamnya yang menguat dengan support yang mampu dipertahankan di level Rp 2.500 per saham.
Keputusan Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump Kerek Harga Emas
Melansir RTI, saham SOHO naik 4,20% dalam sebulan terakhir. Sejak awal tahun, SOHO sudah naik 99,27% year to date (YTD).
Sayangnya, saham SOHO malah turun 2,15% ke level Rp 2.730 per saham pada hari ini pukul 14.50 WIB.
Di sisi lain, kekurangan saham SOHO adalah minimnya likuiditas, sehingga mungkin kurang diminati oleh pelaku pasar yang berfokus pada pergerakan jangka pendek.
William pun merekomendasi beli dengan target harga pada rentang Rp 3.500 – Rp 3.700 per saham.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksono melihat, pergerakan saham SOHO ada di level support Rp 2.700 per saham dan resistance Rp 2.870 per saham. Herditya masih merekomendasikan wait and see untuk SOHO.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia