Secret Service tembak mati penyusup rumah Trump di Florida

SEORANG pria ditembak mati oleh petugas agen dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service) atau paspamres pada Ahad pagi waktu setempat setelah nekat memasuki area terlarang di kompleks perumahan Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump, kata pihak yang berwenang.

Advertisements

“Seorang pria berusia awal 20-an ditembak oleh agen Dinas Rahasia AS dan seorang wakil dari Kantor Sheriff Palm Beach County, setelah masuk tidak sah ke perimeter aman di Mar-a-Lago,” kata juru bicara Dinas Rahasia Anthony Guglielmi di media sosial AS X, seperti dilansir Anadolu.

Saat kejadian pada pukul 1.30 pagi waktu setempat, pria kulit putih itu terlihat di dekat gerbang utara properti Trump sedang membawa “apa yang tampak seperti senapan dan kaleng bahan bakar,” sebelum penegak hukum mengkonfrontasi dan menembaknya.

Pria tersebut dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Advertisements

Konfrontasi

Sheriff Palm Beach County Ric Bradshaw menjelaskan bahawa seorang deputi bersama dua agen Dinas Rahasia AS menanggapi dan menghadapi tersangka tersebut. Petugas memintanya untuk menjatuhkan senapannya dan kaleng bahan bakar.

“Dia meletakan kaleng gas dan mengarahkan senapan ke petugas,” kata Bradshaw, di mana penegak hukum melepaskan tembakan. Dikutip dari Anadolu, ia mengatakan belum diketahui berapa banyak tembakan yang dilepaskan tetapi mengkonfirmasi kamera tubuh sedang digunakan.

Agen Khusus Dinas Rahasia yang bertanggung jawab, Rafael Barros, mengkonfirmasi kronologi tersebut. Ia menyebut pria itu mengancam dengan senapan dan tabung bensin sehingga “agen dan deputi melepaskan senjata api untuk menghentikan ancaman.”

Tidak ada korban jiwa di pihak Dinas Rahasia atau kantor sheriff. Baik Trump maupun orang-orang yang di bawah perlindungan Dinas Rahasia tidak berada di properti itu pada saat itu.

Invstigasi

Federal Bureau of Investigation (FBI), Dinas Rahasia dan Kantor Sheriff Palm Beach County telah meluncurkan penyelidikan bersama atas insiden tersebut, termasuk latar belakang pria itu, motif potensial serta keputusan penggunaan kekuatan.

Agen Khusus FBI yang bertanggung jawab Brett Skiles mengatakan Tim Respons sedang memproses tempat kejadian dan akan melanjutkan “selama yang diperlukan”

Skiles juga mendesak warga sekitar untuk memeriksa kamera keamanan eksterior mereka. “Jika anda melihat sesuatu yang terlihat mencurigakan atau tidak pada tempatnya, silahkan hubungi kami,” katanya.

Bradshaw menyatakan bahwa FBI yang memimpin penyelidikan utama, sementara timnya membantu sesuai kebutuhan.

Agen yang terkait kini ditempatkan pada cuti administrasi sembari menunggu hasilnya.

Identitas pria kulit putih yang menjadi korban belum diungkapkan sambal menunggu pemberitahuan resmi dari keluarganya.

Para pejabat tinggi AS langsung bereaksi terhadap kejadian ini. Jaksa Agung Pam Bondi menyebut dia telah berkomunikasi dengan Trump dan bekerja sama dengan mitra federal.

Direktur FBI Kash Patel mengatakan biro itu “mendedikasikan semua sumber daya yang diperlukan” untuk penyelidikan, menjanjikan koordinasi erat dengan Dinas Rahasia dan mita federal dan negara di bagian lainnya.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavit memuji respon cepat Dinas Rahasia AS. Dia menambahkan bahwa “sangat memalukan dan ceroboh bagi Partai Demokrat yang memilih untuk menutup departemen mereka (Secret Service),” merujuk pada perselisihan yang sedang berlangsung mengenai pendanaan penegakan hukum federal.

Pada September 2024, Trump yang saat itu sedang berusaha memenangkan kembali kepresidenan untuk masa jabatan kedua, menjadi sasaran upaya pembunuhan saat bermain golf di West Palm Beach, Florida. Calon pembunuh itu ditangkap, diadili dan dihukum penjara seumur hidup.

Insiden ini menyusul percobaan pembunuhan pada Juli di Pennsylvania dengan peluru menyerempet leher Trump pada saat rapat umum kampanye.

Pilihan Editor: Dompet Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Dicuri di Restoran, Uang US$3.000 Raib

Advertisements