
JogloNesia JAKARTA. Bursa Saham Australia dibuka sedikit menguat pada Selasa (24/2/2026), terdorong oleh performa positif sektor pertambangan dan laporan keuangan Woodside Energy yang lebih baik dari perkiraan.
Indeks acuan S&P/ASX 200 naik 0,1% menjadi 9.038,10, setelah sebelumnya turun 0,6% pada perdagangan Senin.
Pasar masih berhati-hati di tengah ketidakpastian terkait kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump, setelah pengadilan AS membatalkan tarif darurat yang sebelumnya diberlakukan.
“Sentimen risiko tetap hati-hati, dan sebagian investor beralih ke aset safe-haven, seperti emas,” kata analis pasar dari Reuters.
Bursa Saham Australia Ditutup Menguat, Disokong Sektor Pertambangan & Perbankan
Hal ini tercermin dari harga emas batangan yang naik ke level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.
Kinerja sektor pertambangan menjadi sorotan. Indeks pertambangan Australia melonjak 2% ke level tertinggi sepanjang masa, didorong oleh kenaikan saham perusahaan emas.
Northern Star Resources naik 4,1% dan Evolution Mining 3,5%, sementara raksasa pertambangan BHP dan Rio Tinto masing-masing menguat sekitar 1,5%, dan Fortescue naik 1% menjelang laporan hasil enam bulannya pada Rabu (25/2).
Woodside Energy mencatat penurunan laba tahunan lebih kecil dari perkiraan, seiring peningkatan produksi, sehingga saham perusahaan ini naik 2,1% ke level tertinggi dalam 18 bulan terakhir.
Bursa Saham Australia Tertekan, Sektor Konsumer Seret Indeks di Awal Desember
Hal ini turut mengangkat sub-indeks energi sekitar 1%, didukung harga minyak yang lebih kuat. Saham Viva Energy juga menonjol dengan kenaikan 9,7%, mencatat level terkuat sejak akhir Januari setelah melaporkan kenaikan laba operasional setengah tahun sebesar 33%.
Di sisi lain, sektor keuangan menahan laju penguatan pasar dengan turun 0,6%, menjelang rilis data inflasi Januari.
Seorang pejabat senior menyebut, Bank Sentral Australia sedang mempertimbangkan ukuran inflasi yang mendasari dalam data bulanan baru untuk menilai tolok ukur kebijakan yang lebih tepat.
Bursa Saham Australia Melemah Akibat Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Perbankan
Sementara itu, di pasar regional, indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,4% menjadi 13.479,96, mengikuti tren positif di Australia.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia