
JogloNesia JAKARTA Salah satu platform aset kripto digital, FLOQ, mencatat sudah ada 1,8 juta pengguna terdaftar hingga bulan Februari 2026.
Platform ini sebelumnya telah diluncurkan pada 30 Mei 2025 dan telah berizin serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
CEO dan Founder FLOQ Yudhono Rawis mengatakan, karakteristik pengguna FLOQ itu cukup beragam dan sebagian merupakan pengguna yang baru mempunyai aset kripto.
Yudhono pun menjelaskan jika pengguna FLOQ saat ini didominasi oleh pengguna usia muda, yakni mayoritas 17-25 tahun.
Penurunan Harga Batubara Memicu Lesunya Kinerja Indo Tambangraya Megah (ITMG)
Disokong dukungan kemudahan transaksi dengan menawarkan kebijakan bebas biaya transaksi 100% untuk trading, serta investasi kripto bisa dimulai dari Rp 1.000, Yudhono pun optimistis pengguna FLOQ bisa semakin meningkat.
“Sebenarnya prioritas kami tahun ini bisa 3 juta pengguna yang terdaftar,” ujar Yudhono di Jakarta, Rabu (26/2/2026) malam.
Untuk menggaet pengguna baru, Yudhono bilang FLOQ akan mengandalkan strategi kolaborasi dengan berbagai mitra, khususnya perusahaan teknologi dan perusahaan keuangan.
Melalui skema kemitraan tersebut, perusahaan berharap dapat mengakses basis pengguna milik mitra sekaligus berkolaborasi dalam pengembangan produk.
Selanjutnya, harapannya akan terbuka peluang untuk pengembangan co-branding maupun bentuk partnership lain. Perusahaan menegaskan pendekatan yang diambil berfokus pada pembangunan ekosistem.
“Kalau kita FLOQ kan misinya adopsi nih. Adopsi jadi kita harus memastikan yang belum join di ekosistem itu, jadi join. Caranya, ya kita harus kerjasama sama partner gitu,” bubuhnya.
Terakhir, FLOQ juga berencana menambah jumlah token kripto yang akan dilisting. Adapun target penambahan tersebut dibidik sekitar 150 token.
IHSG Turun 0,81% ke 8.255 Sesi I, Top Losers LQ45: NCKL, MDKA & EXCL, Kamis (26/2)
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia