Pakistan serang Afghanistan, siap hancurkan Taliban – Apa saja fakta yang telah diketahui?

Militer Pakistan menyerang ibu kota Afghanistan, Kabul, Jumat (27/02). Pejabat tinggi Pakistan berkata, mereka akan melancarkan serangan ke berbagai wilayah di Afganistan—bukan hanya Kabul.

Advertisements

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, sebelumnya mengatakan negaranya memiliki “kemampuan penuh untuk menghancurkan ambisi agresif apa pun”.

Menteri Pertahanan Pakistan juga telah menyatakan “perang terbuka” terhadap Taliban, kelompok yang memimpin Afghanistan.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menanggapi pernyataan perang Pakistan melalui akun media sosialnya di X. Dia bilang, Taliban telah merespons serangan pasukan militer Pakistan. Tapi unggahannya ini sekarang telah dihapus.

Advertisements

“Kami akan membalas jika kami diserang, tapi kami tidak akan memulai bentrokan saat ini,” kata seorang juru bicara militer Taliban kepada BBC.

Bagaimana kronologinya?

Pada Jumat (27/02) pagi, Pakistan mengonfirmasi telah melancarkan serangan militer terhadap sejumlah kota di Afghanistan, termasuk Kabul dan Kandahar.

Seorang pejabat Pakistan bilang, langkah militer mereka itu merupakan pembalasan atas serangan Taliban terhadap Pakistan sebelumnya.

Konfirmasi serangan ke Afganistan muncul beberapa jam setelah Pakistan mengumumkan klaim babwa dua tentara mereka tewas dalam operasi Taliban di sepanjang perbatasan dua negara tersebut.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja M Asif, berkata, negaranya “telah melakukan segala upaya untuk menjaga situasi tetap normal melalui cara langsung dan melalui negara-negara sahabat. Pakistan terlibat dalam diplomasi penuh.”

“Kesabaran kami telah habis. Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda,” ujarnya.

Pakistan dan Afganistan telah menyepakati gencatan senjata yang dianggap rapuh pada Oktober 2025. Kesepakatan itu mereka capai setelah serangkaian insiden yang memicu kematian di dua belah pihak. Usai perjanjian gencatan senjata, pertempuran Pakistan dan Afganistan masih terus terjadi.

Pada Jumat dini hari tadi, ledakan keras mengguncang Kabul, menurut jurnalis kantor berita AFP yang berada di kota tersebut.

Ledakan yang disertai suara jet tempur terdengar di seluruh Kabul sekitar pukul 01:50 waktu setempat. Rentetan tembakan juga terdengar di pusat Kabul hingga sekitar jam setengah tiga dini hari.

Serangan Pakistan sejauh ini telah menghancurkan 27 pos militer Afghanistan. Mosharraf Zaidi, Juru bicara Perdana Menteri Pakistan mengklaim pasukannya juga telah merebut sembilan pos pasukan Afganistan.

Zaidi mengklaim, Pakistan juga telah menghancurkan lebih dari 80 tank, artileri, dan kendaraan pengangkut personel bersenjata milik Afganistan.

“Respons cepat dan efektif Pakistan terhadap agresi terus berlanjut,” tulis Zaidi di akun media sosial miliknya di X.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Afganistan menyebut telah merebut 19 pos militer Pakistan dan dua pangkalan pada Kamis (26/02). Mereka mengklaim telah menewaskan 55 prajurit Pakistan.

Sebagai catatan, sulit untuk memverifikasi berbagai klaim dua negara ini.

Sepanjang sengketa antara kedua negara ini dalam beberapa bulan terakhir, Pakistan dan Afganistan mengklaim telah menimbulkan kerugian besar pada pihak lawan.

Bagaimana tanggapan dunia internasional?

“Ini adalah dinamika mengerikan yang harus dihentikan,” kata Zalmay Khalilzad, seorang diplomat yang pernah menjabat perwakilan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan dari 2018 hingga 2021.

Khalilzad tampaknya menanggapi pengumuman sebelumnya dari Taliban bahwa mereka telah melancarkan operasi pembalasan terhadap Pakistan.

“Warga Afghanistan dan Pakistan yang tidak bersalah terluka atau terbunuh,” tulisnya di X.

“Pilihan yang lebih baik adalah kesepakatan diplomatik antara kedua negara yang tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan oleh individu dan kelompok untuk mengancam keamanan negara lain,” kata Khalilzad.

Khalilzad mengatakan, implementasi kesepakatan tersebut harus dipantau oleh pihak ketiga, seperti Turki.

Pada 2025, Khalilzad adalah bagian dari delegasi AS yang mengunjungi negara Afganistan untuk bertemu dengan para pejabat Taliban.

Sementara itu, Iran menyatakan bersedia memfasilitasi dialog antara Pakistan dan Afghanistan. Ini dikatakan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam sebuah pernyataan di X.

Araghchi mendesak kedua negara untuk “menyelesaikan perbedaan mereka melalui hubungan bertetangga yang baik dan dialog”.

Iran sebelumnya juga telah menawarkan diri untuk menjadi mediator antara kedua negara itu dalam ketegangan perbatasan terdahulu.

Adapun Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, mengklaim telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, melalui telepon.

Al Saud berbicara dengan Dar tentang “perkembangan di kawasan” dan “cara untuk mengurangi ketegangan”, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi

Ishaq Dar saat ini berada di Arab Saudi untuk kunjungan resmi.

Ke arah mana konflik ini akan berkembang?

Para analis mengatakan kepada BBC Urdu bahwa Taliban kemungkinan besar tidak akan berperang konvensional dengan Pakistan.

Terdapat perbedaan signifikan dalam kemampuan militer antara Pakistan dan Afghanistan.

Angkatan bersenjata Pakistan, yang dipersenjatai nuklir, secara konsisten berada di peringkat 15 teratas dunia dalam kekuatan militer.

Afghanistan, di sisi lain, kekurangan sumber daya militer yang sama dan menghadapi tantangan ekonomi mereka sendiri.

Senjata yang dimiliki oleh militer Taliban sebagian besar berasal dari tiga sumber, yaitu senjata yang ditinggalkan oleh mantan tentara Afghanistan, senjata dari pasukan asing yang telah menarik diri dari negara itu, dan senjata baru yang mereka peroleh dari sejumlah sumber, termasuk pasar gelap.

Para ahli mengatakan, video insiden perbatasan pada masa sebelumnya menunjukkan bahwa pasukan Taliban sebagian besar menggunakan senjata ringan melawan pasukan Pakistan.

Namun, Taliban memiliki pengalaman luas dalam perang gerilya, kata para analis.

Seorang pakar keamanan Afghanistan mengatakan kepada BBC Urdu, berbagai banyak bentrokan antara Taliban dengan pasukan Pakistan melibatkan taktik gerilya, seperti serangan mendadak dan bom pinggir jalan.

  • Siapakah Taliban? Sejarah kelompok yang kini menguasai kembali Afghanistan
  • Dari mana sumber pemasukan Taliban?
  • Persenjataan militer AS dalam jumlah besar yang kini dikuasai Taliban
  • Apa perbedaan Taliban, al-Qaeda, dan ISIS?
  • Menyelami isi pikiran pemimpin Taliban setelah dua tahun berkuasa di Afghanistan
  • Kisah pria yang pernah siap mati untuk Taliban – ‘Kalau mereka mewakili Islam, kenapa begitu kejam?’
  • Siapakah Taliban? Sejarah kelompok yang kini menguasai kembali Afghanistan
  • Dari mana sumber pemasukan Taliban?
  • Persenjataan militer AS dalam jumlah besar yang kini dikuasai Taliban
Advertisements