17 tahun berdiri, PT SMI salurkan pembiayaan Rp 274,96 T

PT SARANA Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI genap berusia 17 tahun pada 26 Februari 2026. Dalam perjalanannya, badan usaha milik negara di bawah koordinasi Kementerian Keuangan berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) ini, terus memperkuat perannya sebagai Special Mission Vehicle (SMV) dan bertransformasi menjadi Development Finance Institution (DFI).

Advertisements

Syukuran ulang tahun digelar sebagai momen refleksi di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan. Acara dirangkai dengan buka puasa bersama, dihadiri Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. Mengusung tema “Delivering Impact, Driving Sustainability”, PT SMI berharap dapat terus mengobarkan semangat transformasi dalam mendukung percepatan pembangunan nasional yang berdampak, inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah menyampaikan, acara yang digelar bukan sekadar peringatan bertambahnya usia, tetapi refleksi dari pengabdian, pembelajaran dan komitmen yang terus diperkuat untuk menghadirkan dampak nyata. Selama 17 tahun perjalanannya, SMI berperan sebagai katalis pembangunan, mitra strategis pemerintah daerah dan penggerak ekosistem pembiayaan pembangunan yang berkelanjutan. Tema yang diangkat untuk memastikan setiap peran dan kontribusi yang dilakukan memberi manfaat yang bermakna dan berjangka panjang bagi bangsa Indonesia.

“Selama 17 tahun berdiri, kami telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 274,96 triliun dengan total nilai proyek yang dibiayai Rp 1,18 triliun,” kata Reynaldi dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Februari 2026.

Advertisements

Angka ini, lanjut Reynaldi, bukan sekadar statistik, melainkan cerminan keterlibatan nyata dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Indonesia. “Secara agregat, pembiayaan berkontribusi senilai Rp 1,16 triliun. Bila dihitung dalam konteks tenaga kerja, membuka pekerjaan untuk 10,9 juta orang, dari konstruksi sampai operasional proyek,” imbuhnya.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memberi pesan dan arahan khusus. Katanya, impact tidak boleh abstrak. Dia meminta pembiayaan ke depan harus memiliki kerangka dampak yang lebih tajam.

“Jangan cepat puas hanya karena proyek sudah selesai atau uang tersalurkan, terpenting apa perubahan yang sudah dihasilkan lalu bagaimana impact kepada masyarakat dan kualitas hidup mereka”, katanya.

Juda juga berharap agar PT SMI memanfaatkan blended finance untuk pendanaan proyek-proyek berkelanjutan dan sosial. Dia mengapresiasi portofolio pembiayaan hijau yang mencapai Rp 36,5 triliun sampai akhir 2025. “Perseroan harus selalu berpegang teguh pada prinsip tata kelola yang baik dan menjaga integritas dalam setiap sendi bisnis dan operasionalnya,” tegasnya.

PT SMI berperan dan memiliki mandat sebagai agen pembangunan berkelanjutan. Tiga pilar bisnisnya adalah pembiayaan komersial, pembiayaan publik, jasa konsultasi dan pengembangan proyek. Aktif mendukung pelaksanaan Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui pinjaman daerah.

Salah satu contoh konkret dukungan PT SMI terhadap pembiayaan berkelanjutan adalah terhadap PT Citra Multi Energi dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sion di Desa Sionomhudon Selatan, Kabupaten Humbanghasundutan, Sumatera Utara. Proyek senilai US$ 30,8 juta ini memperoleh dukungan pinjaman sebesar US$ 21,2 juta.

Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti mengatakan, proyek ini mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan, berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca dan mendukung pencapaian SDGs nomor 1, 7, 9, dan 13. Pada 2024, PLTM Sion menghasilkan 81,3 GWH energi bersih yang menopang kegiatan ekonomi-sosial masyarakat. “Berkontribusi terhadap pengurangan jejak karbon yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Pilihan Editor: Risiko Jika Produk Amerika Bebas Syarat Kandungan Lokal

Advertisements