OTT di Rejang Lebong, KPK bawa sembilan orang ke Jakarta

KOMISI Pemberantasan Korupsi membawa sembilan orang ke Jakarta dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu pada Selasa, 10 Maret 2026. Sejumlah pihak yang diringkus itu saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Advertisements

“Dalam peristiwa tangkap tangan ini, diduga terkait dengan suap proyek di lingkungan Pemkab Rejang Lebong,” ucap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa.

Budi menjelaskan operasi ini berlangsung pada Senin malam, 9 Maret 2026 dengan menangkap 13 orang yang kemudian menjalani pemeriksaan awal di Polres Rejang Lebong dan Polresta Bengkulu. Setelah pemeriksaan tersebut, hanya sembilan orang dibawa ke Jakarta yaitu Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, Wakil Bupati Hendri Praja, tiga Aparatur Sipil Negara, serta empat orang swasta.

Dalam operasi tangkap tangan ini, Tim Kedeputian Penindakan dan Eksekusi KPK turut menyita sejumlah barang bukti antara lain dokumen, barang elektronik, serta uang tunai dalam bentuk rupiah. Budi tak merinci jumlah uang tunai yang disita karena masih dalam tahap permintaan keterangan terhadap para pihak yang terjaring OTT.

Advertisements

Profil Bupati Rejang Lebong

Muhammad Fikri Thobari lahir di Batu Raja pada 4 Februari 1981. Presiden Prabowo Subianto melantik Fikri sebagai Bupati Rejang Lebong pada 20 Februari 2025 di Jakarta.

Sebelum menjabat sebagai bupati, Fikri pernah menjadi pimpinan Koran Sehasen Jaya pada 2008–2010. Ia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Permata pada 2008 serta Presiden Direktur PT Bukit Juvi Group pada 2014.

Berdasarkan laman resmi Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Fikri meraih gelar Sarjana Manajemen dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Amkop, Palembang, pada 2006. Ia kemudian melanjutkan pendidikan dan memperoleh gelar magister dari Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH pada 2023.

Fikri juga aktif dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Business Development Service STIM Amkop Palembang pada 2002–2004, Sekretaris Real Estate Indonesia Komisariat Curup pada 2014–2016, serta Wakil Ketua Bidang Perundang-undangan Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia Bengkulu pada 2016–2019. Sejak 2014 hingga sekarang, ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Kebangkitan Umat Kabupaten Rejang Lebong.

Fikri juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pengembangan Kawasan dan Permukiman Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat periode 2024–2028. Selain itu, ia menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat Bengkulu sejak 2019 hingga sekarang. Ia juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Rejang Lebong sejak 2021.

Fikri merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Kabupaten Rejang Lebong sejak 2019 hingga sekarang.

Harta Kekayaan

Fikri Thobari terakhir melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 19 Agustus 2024 ketika mencalonkan diri sebagai bupati. Dalam laporan tersebut, ia mencatat total kekayaan sebesar Rp 19 miliar.

Fikri memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 14 miliar yang tersebar di Kota Kepahiang, Rejang Lebong, serta Kota Bengkulu. Ia juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp 900 juta, yakni mobil Mitsubishi Eclipse Cross tahun 2020 senilai Rp 350 juta dan Mitsubishi Pajero Sport tahun 2021 senilai Rp 550 juta. Fikri juga memiliki utang sebesar Rp 12 miliar.

Pilihan editor: Uang Korupsi Kereta Api untuk Memenangkan Jokowi di Pilpres 2019

Advertisements