
KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan beredarnya video maupun foto rekaman CCTV penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, merupakan bentuk dukungan publik. Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, meminta polisi merespons positif dan mempercepat proses penyelidikan.
“Kami meminta kepolisian agar juga merespons berbagai fenomena viralnya video maupun foto tersebut dalam konteks yang positif,” kata Anam lewat keterangannya, Ahad, 15 Maret 2026.
Anam mengatakan polisi bukan hanya perlu membongkar siapa pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie, tapi juga mengungkap siapa dalangnya. “Kasus ini harus dibongkar seterang-terangnya, dibongkar siapa pun pelakunya termasuk di balik pelakunya karena ini untuk memastikan peristiwa yang sama tidak terulang kembali,” ujar dia.
Andrie Yunus disiram air keras persimpangan antara Jalan Salemba dan Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada malam hari Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB. Ia saat itu sedang mengendarai sepeda motornya untuk pulang ke asrama KontraS.
Dua orang pelaku berboncengan sepeda motor datang dari arah berlawanan. Terduga pelaku merupakan dua orang laki-laki, masing-masing berperan menjadi pengemudi dan penumpang. Salah satunya menyiramkan larutan kimia korosif itu ke Andrie.
Polres Jakarta Pusat mengeluarkan laporan polisi model A Nomor 222/IIII/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya untuk menangani peristiwa penyiraman air keras. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir mengatakan, penyelidikan dilakukan atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat seperti diatur dalam pasal 467 ayat 2 dan/ atau pasal 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
“Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi penyiraman air keras,” ujar Johnny di Markas Besar Polri pada Jumat, 13 Maret 2026.
Polisi mengklaim akan mengusut peristiwa pidana itu secara profesional dan berbasis ilmiah. Menurut Johnny, kasus ini telah menjadi perhatian Kepala Kepolisian RI ata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Kami akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya siapa pun dia,” ujar dia.
Pilihan Editor: Mengapa Air Keras Paling Lazim Jadi Alat Teror
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia