
GUBERNUR Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal membeberkan pengaturan jalur penyeberangan laut rute Lombok-Bali selama Nyepi.
“Pada 18 Maret 2026, penyeberangan dari Lombok ditutup mulai pukul 09.00 Wita dan dibuka kembali pada 20 Maret 2026 pukul 04.00,” kata Iqbal saat meninjau arus mudik di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Ahad, 15 Maret 2026, seperti dikutip dari Antara.
Iqbal menjelaskan, pengaturan jadwal penyeberangan menyesuaikan surat keputusan bersama serta regulasi yang diterapkan oleh pemerintah Bali berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan keagamaan.
Kebijakan buka-tutup pelabuhan, kata dia, bertujuan menjaga ketertiban lalu lintas penyeberangan sekaligus memastikan semua aktivitas masyarakat di Lombok dan Bali selama Nyepi berlangsung khidmat.
Pengaturan jadwal penyeberangan transportasi laut yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Pulau Bali dilakukan sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah dalam mengelola mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran. “Aktivitas penyeberangan dari arah Bali mulai ditutup pada 19 Maret 2026,” kata Iqbal.
Saat meninjau arus mudik di kawasan Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Gubernur Iqbal menyatakan bahwa arus penyeberangan dari dan menuju Lombok masih terpantau terkendali meski terjadi peningkatan jumlah kedatangan.
Adapun arus kedatangan barang, kendaraan, ataupun penumpang mengalami kenaikan sekitar 20 persen di kawasan Pelabuhan Lembar. “Peningkatan paling terlihat pada kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang datang dari luar daerah,” ujar Iqbal.
Arus kedatangan pemudik menuju Lombok sebagian besar berasal dari Pelabuhan Padangbai di Kabupaten Karangasem, Bali. Adapun arus keluar pemudik dari Pulau Lombok diperkirakan meningkat setelah perayaan Idul Fitri.
Pemerintah NTB bersama aparat terkait terus memantau kondisi pelabuhan untuk memastikan pelayanan penyeberangan tetap berjalan aman, tertib, serta lancar selama periode libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026.
Pilihan Editor: Waswas Efek Kenaikan Tarif
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia