Purbaya beberkan soal anggaran pembelian rudal India

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan rencana pemerintah memodernisasi alat utama sistem persenjataan melalui pembelian sistem rudal BrahMos dari India tak akan mengganggu kondisi keuangan negara.

Advertisements

Meskipun muncul sorotan mengenai kondisi ekonomi negara saat ini, Purbaya menilai fundamental ekonomi nasional masih berada dalam posisi yang sangat kuat untuk mendukung agenda tersebut.

“Kalau anggaran pertahanan kan sudah dikunci,” kata Purbaya di sela-sela kunjungan di Yogyakarta pada Selasa, 17 Maret 2026. Sehingga, terkait dengan pembiayaan sistem rudal supersonik tersebut, skema anggaran sudah terintegrasi dalam pagu yang ditetapkan sebelumnya.

Ia pun memastikan bahwa alokasi dana untuk sektor pertahanan telah disiapkan. Dengan begitu, pengadaan alutsista spesifik seperti rudal dari India merupakan bagian dari rencana yang sudah ada di dalam pos anggaran tahun 2026 dan tidak memerlukan tambahan dana darurat atau pergeseran anggaran yang drastis.

Advertisements

“Jadi perkara belanja apa, mungkin memang sudah dianggarkan di anggaran yang sudah dikunci itu di tahun 2026 ini, jadi tidak ada masalah,” ujar Purbaya.

Purbaya pun menampik spekulasi yang menyebutkan bahwa ekonomi Indonesia sedang mengalami kelesuan. Kelesuan ini yang disebut-sebut dapat menghambat belanja sektor pertahanan.

Menurut Purbaya, indikator di lapangan justru menunjukkan dinamika yang positif dengan ekspansi yang terus berjalan di berbagai sektor. Ia juga mempertanyakan pihak yang menyebut kondisi finansial negara sedang tidak stabil di tengah pergerakan ekonomi yang masih sangat progresif. “Ekonomi masih baik, semuanya lari kenceng, ekspansi di segala macam.”

Sebelumnya Kementerian Pertahanan menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan India untuk memboyong sistem rudal BrahMos sebagai bagian memodernisasi alat utama sistem persenjataan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait mengatakan rencana mengakuisisi sistem rudal supersonik ini sudah berlangsung bertahun-tahun. “Pada tahun 2024 telah dilakukan kesepahaman minat atau expression of interest dalam kerangka kerja sama pertahanan antara Indonesia dan India,” kata dia dalam keterangannya pada Kamis, 12 Maret 2026.

Pilihan Editor: Inkonsistensi Kebijakan Ancaman Serius Ekonomi Indonesia

Advertisements