Laba bersih Prime Agri Resources (SGRO) turun 44,26% sepanjang 2025

JogloNesia JAKARTA. PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) membukukan penurunan laba bersih kala pendapatan meningkat sepanjang 2025.

Advertisements

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan tercatat Rp 6,44 triliun di 2025. Ini naik 16,42% dari Rp 5,53 triliun di tahun 2024.

Segmen produk kelapa sawit menyumbang mayoritas, yaitu Rp 6,23 triliun. Lalu, segmen kecambah berkontribusi Rp 205,07 miliar dan segmen lain-lain Rp 6,42 miliar.

Beban pokok penjualan ikut naik menjadi Rp 4,31 triliun di 2025 dari sebelumnya Rp 3,76 triliun di tahun sebelumnya.

Advertisements

BI Tahan Suku Bunga, IHSG Berpotensi Rebound Terbatas di Tengah Sentimen Wait and See

Laba bruto pun menjadi Rp 2,13 triliun pada tahun lalu, naik 20,68% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 1,76 triliun.

Pada pos perubahan nilai wajar aset biologis, ada arus keluar Rp 78,48 miliar. Selain itu, beban operasi lain juga naik menjadi Rp 808,89 miliar di 2025, dari sebelumnya Rp 179,48 miliar.

Alhasil, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih menjadi Rp 504,77 miliar di 2025. Ini turun 44,26% dari Rp 905,59 miliar.

Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 198 sepanjang tahun lalu, turun dari Rp 412 di tahun 2024.

  SGRO Chart by TradingView  

Per 31 Desember 2025, SGRO punya total aset Rp 9,96 triliun. Ini turun dari Rp 10,7 triliun per 31 Desember 2024.

Total liabilitas perseroan sebesar Rp 4,92 triliun di akhir Desember 2025, naik dari Rp 4,49 triliun di akhir Desember 2024. Sementara, total ekuitas tercatat Rp 5,03 triliun per akhir 2025, turun dari Rp 6,21 triliun di akhir tahun 2024.

SGRO memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 2,89 triliun di akhir Desember 2025, naik dari Rp 840,6 miliar di periode sama tahun lalu.

Advertisements