Menaker minta WFH tidak kurangi produktivitas nasional

MENTERI Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) tidak boleh mengurangi produktivitas kerja. Imbauan yang disampaikan kepada pemerintah agar mengurangi pemakaian energi dan memanfaatkan secara bijak.

Advertisements

“Tentu tidak boleh mengurangi produktivitas nasional dan tidak boleh bertentangan dengan semangat kita pertumbuhan ekonomi juga,” katanya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu, 1 April 2026.

Yassierli mengatakan imbauan WFH 1 hari dalam sepekan berlaku untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan swasta. Penerapan waktu diatur oleh perusahaan dan diimbau untuk melibatkan pekerja atau serikat pekerja dalam perencanaannya.

Namun untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah lebih dulu menerapkan WFH setiap hari Jumat. Langkah tersebut sama-sama untuk mengurangi konsumsi energi secara berlebih akibat konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak mentah di pasar global. Meski demikian, pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak pada bulan ini.

Advertisements

Yassierli menuturkan bahwa saat ini menjadi momentum adaptif terhadap cara kerja yang baru di samping penggunaan energi secara bijak. “Kami yakin momentum ini akan digunakan oleh teman-teman dari swasta untuk merancang berbagai program bekerja sama dengan serikat pekerja bagaimana semakin hemat di tempat kerja,” ucapnya.

Selama WFH, dia menyatakan upah atau gaji dan hak lain dari pekerja harus tetap dibayarkan sesuai ketentuan, serta pelaksanaan WFH tidak mengurangi cuti tahunan. Pekerja tetap melaksanakan tugas dan kewajiban, serta perusahaan tetap memastikan kinerja dan produktivitas layanan.

Pilihan Editor: Siap-siap, Harga Pangan Naik Imbas Perang Iran-Israel

Advertisements