
KEMENTERIAN Keuangan melakukan lelang Surat Utang Negara atau lelang SUN pada Selasa, 31 Maret 2026. Total penawaran yang masuk dari lelang SUN keenam di 2026 itu mencapai Rp 58,2 triliun.
Ada 9 seri surat utang yang ditawarkan pada lelang pekan ini. “Total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 40 triliun,” demikian pengumuman di laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang dikutip Jumat, 3 April 2026.
Sembilan seri SUN yang dilelang adalah seri SPN01260502 (new issuance), SPN12260702 (reopening), SPN12270401 (new issuance), FR0109 (reopening), FR0108 (reopening), FR0106 (reopening), FR0107 (reopening), FR0102 (reopening) dan FR0105 (reopening).
Seri dengan penawaran terbanya adalah FR0109 dengan penawaran masuk tertinggi Rp 19,9 triliun. Imbal hasil atau yiel tertimbang yang dimenangkan dari seri ini adalah 6,57944 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Maret 2031. Dari penawaran yang masuk tersebut, pemerintah memutuskan memenangkan Rp 16,7 triliun.
Pada lelang sebelumnya Kemenkeu juga melelang 9 seri SPN (Surat Perbendaharaan Negara) dan FR (Fixed Rate). Pada lelang sebelumnya atau 3 Maret 2026, pemerintah mengumpulkan Rp 34,1 triliun.
Sebelumnya lelang SUN pekan ini ditargetkan meraup Rp 36 triliun. Namun pemerintah memiliki hak untuk menjual 9 seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. Maksimal dimenangkan bisa mencapai 150 persen dari target indikatif Rp 36 triliun.
Penawaran obligasi pemerintah merupakan bagian dari pembiayaan anggaran dan juga menalangi defisit APBN tahun ini yang ditargetkan mencapai Rp 689,1 triliun. Berdasarkan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara tahun anggaran 2026 atau UU APBN nomor 17 tahun 2025, pembiayaan utang tahun ini ditargetkan Rp 832,2 triliun. Angkanya naik dibanding target tahun lalu yang sebesar Rp 775,9 triliun.
Pilihan Editor: Jika Bunga Surat Utang Negara Makin Naik
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia