2026-04-05

Tragis! Pendaki Brasil Tewas di Rinjani: Kronologi & Fakta Terbaru

JogloNesia – , Jakarta – Pemandu pendaki Gunung Rinjani, Ali Musthofa, secara tegas membantah tuduhan yang menyebutnya meninggalkan Juliana de Souza Pereira Marins, seorang pendaki warga Brasil, yang akhirnya jatuh ke jurang pada Sabtu, 21 Juni 2025. Menurut versi Ali, ia memberikan kesempatan kepada Marins untuk beristirahat sejenak, sementara ia menunggu di depan dengan jarak sekitar tiga menit pendakian.

Advertisements

Namun, setelah sekitar 15 hingga 30 menit Marins tak kunjung terlihat, Ali mengaku kembali ke titik semula dan mendapati Juliana sudah tidak berada di tempatnya. Ia kemudian menyadari peristiwa nahas itu. “Saya menyadari dia telah jatuh ketika saya melihat cahaya senter di jurang sedalam sekitar 150 meter dan mendengar suara meminta bantuan,” ungkapnya kepada media Brasil O Globo yang terbit pada Selasa, 23 Juni 2025, dan dikutip lewat Google Translate.

Setelah mengetahui Juliana terjatuh, Ali segera memberitahukan niatnya untuk mencari bantuan. Ia menilai tidak mungkin melakukan penyelamatan sendirian tanpa peralatan keselamatan memadai. Titik jatuhnya Marins diketahui berada di jurang yang mengarah ke Danau Segara Anak, sebuah lokasi dengan ketinggian lebih dari 2.700 meter di atas permukaan laut.

Ali mengaku segera menghubungi tempatnya bekerja untuk meminta didatangkan tim penyelamat. Upaya evakuasi oleh tim SAR gabungan baru berhasil dilakukan pada Selasa. Tragisnya, saat ditemukan, posisi Marins telah bergeser dari titik awal jatuhnya, mencapai kedalaman sekitar 600 meter, dan ia ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Advertisements

Tampak persiapan evakuasi jenazah pendaki Juliana Marins oleh Tim SAR gabungan di kawasan Gunung Rinjani, Lombok, NTB, pada 24 Juni 2025. (Antara/HO-Humas SAR Mataram)

Kepolisian Resor Lombok Timur telah meminta keterangan Ali sejak 25 Juni untuk mendalami insiden ini. Namun, hingga kini belum ada kesimpulan resmi mengenai adanya kelalaian atau faktor lain yang menyebabkan Marins terjatuh. Penilaian ini kontras dengan ramainya perbincangan di media sosial yang sebagian besar menyesalkan mengapa pendaki asal Brasil itu ditinggalkan oleh sang pemandu. Sorotan publik juga tertuju pada upaya evakuasi yang dinilai lambat, sehingga Juliana Marins akhirnya tak dapat bertahan.

Asosiasi Pemandu Gunung Bicara Ali dan Kompetensi

Dihubungi secara terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), Rahman Mukhlis, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat menilai adanya kelalaian dari pemandu dalam peristiwa tragis di Gunung Rinjani tersebut. Rahman menjelaskan, Ali Musthofa saat ini belum terdaftar sebagai anggota APGI.

“Kami masih mengumpulkan data valid di lapangan, karena kronologi berita yang beredar cukup beragam. Perlu dipastikan dahulu,” ujar Rahman saat dihubungi pada Jumat, 27 Juni 2025.

Rahman Mukhlis menambahkan, seorang pemandu pendaki gunung harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pemandu Wisata Gunung. Keahlian ini, imbuhnya, wajib dibuktikan dengan sertifikat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2023 tentang Sertifikasi Kompetensi Kerja di Bidang Kepariwisataan.

“Untuk ruang lingkup kerja, ada beberapa level, mulai dari lingkup lokal di satu gunung saja, di beberapa destinasi, hingga yang mencakup seluruh gunung di Indonesia,” jelas Rahman.

Selain harus terdidik dan terlatih, seorang pemandu juga diwajibkan mengikuti pelatihan serta memiliki pengalaman kerja yang memadai seputar pendakian gunung. Dalam menjalankan tugasnya, pemandu perlu menyiapkan dokumen perjalanan pendakian, melakukan persiapan logistik, mengkoordinasikan jadwal pendakian, menangani wisatawan, menyampaikan petunjuk, dan memandu teknik pendakian.

Selain itu, Rahman menambahkan, pemandu perlu memandu kegiatan interpretasi, melakukan orientasi medan dan cuaca, serta mengatur penanganan potensi bahaya di gunung. “Melakukan komunikasi dan penyampaian pesan yang efektif, serta mengelola laporan perjalanan pendakian,” pungkasnya.

Mengulas mengenai medan pendakian, Rahman menilai Gunung Rinjani yang menjulang setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut termasuk dalam kategori menengah atau cukup sulit. Oleh karena itu, menurutnya, gunung ini tidak direkomendasikan untuk pendaki pemula.

Pilihan Editor: Adu Teknologi Perang Rudal Hipersonik Dongfeng Vs Kapal Induk USS Gerald R. Ford

Ringkasan

Seorang pendaki asal Brasil, Juliana de Souza Pereira Marins, tewas setelah jatuh ke jurang di Gunung Rinjani pada 21 Juni 2025. Pemandunya, Ali Musthofa, membantah tuduhan meninggalkannya, menjelaskan ia kembali setelah Marins tak terlihat dan segera mencari bantuan. Tim SAR berhasil mengevakuasi jenazah Marins yang ditemukan telah bergeser dan berada di kedalaman sekitar 600 meter, menuju Danau Segara Anak.

Kepolisian sedang menyelidiki insiden ini, sementara Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) belum menilai kelalaian karena Ali bukan anggota mereka. APGI menekankan pentingnya pemandu memiliki kompetensi bersertifikat sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk menjamin keselamatan. Gunung Rinjani sendiri dikategorikan sebagai pendakian menengah hingga sulit, tidak disarankan untuk pendaki pemula.

Advertisements