2026-04-05

Mpok Alpa: Kisah Viral Curhat Minimarket, Awal Mula Jadi Terkenal!

JogloNesia – Dunia hiburan tanah air diselimuti duka mendalam atas kepergian komedian dan presenter populer, Nina Carolina, atau yang akrab disapa Mpok Alpa. Ia meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) pagi, tepatnya pukul 08.31 WIB, di usia 38 tahun. Kepergian sosok periang ini menyisakan duka mendalam setelah Mpok Alpa berjuang melawan kanker payudara.

Advertisements

Kabar duka ini sontak mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan-rekan sesama artis. Beberapa di antaranya, seperti Marshel Widianto, bahkan mengenang percakapan terakhir mereka yang penuh semangat dan perhatian dari mendiang. Mpok Atiek, yang juga merupakan seniornya di dunia komedi, mengungkapkan ketidaktahuannya mengenai kondisi sakit Mpok Alpa, menunjukkan betapa gigihnya ia menyembunyikan perjuangannya. Diketahui, Mpok Alpa telah berjuang melawan kanker selama tiga tahun, bahkan sempat bolak-balik Malaysia untuk pengobatan. Kepergiannya juga ditangisi oleh Ayu Ting Ting dan Melaney Ricardo yang melayat, sementara Rina Nose turut menguatkan suami Mpok Alpa di pemakaman.

Lahir di Jakarta pada 12 Maret 1987, Nina Carolina mulai dikenal publik secara luas ketika salah satu konten videonya yang jenaka menjadi viral di media sosial. Video tersebut menampilkan permintaannya yang sederhana namun khas, “Minta diajak ke minimarket,” disampaikan dengan logat Betawi yang kental dan ekspresi yang ceplas-ceplos. Fenomena viral inilah yang kemudian melambungkan namanya dan melekatkan julukan “Mpok Alpa” pada dirinya.

Pada tahun 2018, video iseng yang awalnya hanya dibagikan di grup arisan teman-teman dekat Nina Carolina itu mendadak menjadi perbincangan luas. Dalam video tersebut, ia berucap, “Sudah rapih, menor, alis dilempeng-lempengin, bibir dimerah-merahin… bang, ajaknya ke mall. Tapi kalau enggak, ke Alfa (Alfamart) aja udah senang banget.” Pelafalan “Alfamart” yang terdengar seperti “Alpa” dalam dialek Betawi-nya yang otentik menjadi cikal bakal nama panggung ikoniknya. Video ini dengan cepat menyebar dan berhasil memancing tawa serta rasa keakraban di kalangan warganet, menggarisbawahi daya tarik persona spontannya yang mengena.

Advertisements

Daya tarik utama Mpok Alpa memang terletak pada gaya bicaranya yang natural: lugas, polos, dan jenaka. Logat Betawi-nya yang khas membuat setiap pesan yang ia sampaikan terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat. Ekspresinya yang hangat dan mudah dihubungkan menciptakan koneksi emosional yang kuat dengan penonton, menjadikan dirinya sosok yang sangat dicintai dan menghibur.

Viralnya video tersebut menjadi titik balik krusial dalam perjalanan karier Mpok Alpa. Pintu-pintu dunia hiburan terbuka lebar, mengantarkannya tampil di berbagai program televisi, mulai dari acara komedi hingga variety show. Ia sempat menjadi figur akrab di layar kaca, termasuk tampil di segmen FYP Trans7 bersama Raffi Ahmad dan Irfan Hakim. Sebelum mencapai ketenaran melalui media sosial, Mpok Alpa sendiri dikenal sebagai seorang penyanyi dangdut lokal yang kerap mengisi acara-acara di kampung.

Dari ibu rumah tangga sederhana yang bercanda di grup arisan hingga menjadi presenter dan komedian nasional, Mpok Alpa membuktikan bahwa keaslian dan keberanian berbagi cerita dapat mengantarkan seseorang melesat di dunia hiburan. Kisah kebaikannya, seperti wakaf ambulans hingga berbagi THR yang dikenang para tetangga, semakin mengukuhkan dirinya sebagai sosok yang tak hanya menghibur, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan dalam hidup banyak orang.

Ringkasan

Mpok Alpa, atau Nina Carolina, meninggal dunia pada Jumat (15/8/2025) di usia 38 tahun setelah berjuang melawan kanker payudara selama tiga tahun. Kepergian komedian dan presenter ini mengejutkan banyak pihak karena ia gigih menyembunyikan kondisinya. Lahir pada 12 Maret 1987, Mpok Alpa dikenal luas berkat persona lugas dan logat Betawi khasnya.

Titik balik kariernya adalah video jenaka yang viral pada tahun 2018, di mana ia meminta diajak ke minimarket dengan ungkapan khas, yang kemudian menjadi cikal bakal nama panggungnya. Keaslian dan gaya bicaranya yang polos dan jenaka ini membuka pintu ke dunia hiburan, mengantarkannya tampil di berbagai program televisi sebagai komedian dan presenter. Sebelum terkenal, ia aktif sebagai penyanyi dangdut lokal.

Advertisements