
Polda Metro Jaya menangkap seorang selebgram warga negara Brunei Darussalam berinisial MIA (33) yang diduga terlibat kasus penganiayaan hingga menewaskan sesama WN Brunei berinisial MHF (30) di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
MIA ditangkap tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Senin (25/5) dini hari di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
“Tim telah mengamankan satu orang tersangka terkait dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Kasubdit III Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Resa Fiardi Marasabessy, Selasa (26/5).
Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi di Jalan Sultan Hasanuddin, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu (6/5) sekitar pukul 02.00 WIB.
Resa menyebut, polisi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa saksi, hingga menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi sebelum mengarah pada identitas pelaku.
Dipicu Adu Mulut
Polda Metro Jaya mengungkap kronologi kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan warga negara asing (WNA) asal Brunei Darussalam berinisial MHF (30) di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Polisi menyebut peristiwa itu bermula dari adu mulut hingga korban dipukul menggunakan botol kaca.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi pada Rabu (6/5) sekitar pukul 03.30 WIB di depan Restu Sport, Blok M Hub, Kelurahan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
“Benar telah terjadi peristiwa dugaan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,” kata Budi kepada wartawan, Selasa (26/5).
Budi menjelaskan, sebelum kejadian korban berada di sekitar lokasi bersama seorang saksi. Tak lama kemudian, beberapa orang datang dan sempat duduk serta berbincang bersama korban.
Sekitar pukul 03.28 WIB, terduga pelaku yang merupakan seorang selebgram asal Brunei, MIA (33) tiba di lokasi bersama rekannya menggunakan mobil. Saat turun dari kendaraan, pelaku disebut membawa paper bag berwarna hitam yang diduga berisi botol kaca.
“Terduga pelaku tiba di lokasi bersama rekannya dengan menggunakan mobil. Saat turun dari kendaraan, terduga pelaku membawa paper bag berwarna hitam yang diduga berisi botol kaca, kemudian menghampiri korban hingga terjadi adu argumentasi di area pintu masuk Blok M Hub,” ujar Budi.
Perdebatan kemudian bergeser ke depan Restu Sport. Tak lama setelah itu, MIA diduga memukul korban satu kali pada bagian kepala menggunakan paper bag yang berisi botol kaca hingga korban terjatuh.
“Terduga pelaku diduga memukul korban satu kali pada bagian kepala menggunakan paper bag yang berisi botol kaca hingga korban terjatuh,” kata dia.
Usai kejadian, korban sempat dibawa ke tempat penginapan di sekitar lokasi sebelum akhirnya dirujuk ke RSPP untuk menjalani perawatan medis. Namun, kondisi korban terus memburuk hingga meninggal dunia pada 16 Mei 2026.
Ke Jakarta Nonton Konser
Warga negara Brunei Darussalam berinisial MHF (30), yang tewas usai diduga menjadi korban penganiayaan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, ternyata sempat menginap di sebuah hotel di kawasan tersebut bersama rombongannya sebelum kejadian.
Front Office Manager hotel, Darwin, mengatakan korban datang bersama tujuh rekannya dan menginap selama lebih dari sepekan dengan tujuan menonton konser di Jakarta. Menurut dia, pihak hotel tidak mengetahui adanya persoalan yang melibatkan tamu tersebut selama menginap.
“Cuma memang betul tamu itu stay di kita. Dan mereka stay di sini kurang lebih seminggu lebih dengan tujuan sih mau nonton konser. Itu saja sih yang kita tahu,” kata Darwin saat ditemui di kawasan Blok M, Selasa (26/5).
Darwin menyebut rombongan tersebut berjumlah delapan orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.
“Mereka ada delapan orang,” ujarnya.
Darwin mengaku tidak mendapat informasi apa pun terkait kejadian tewasnya MHF. Menurut dia, saat check-in, para tamu hanya menyampaikan tujuan mereka datang ke Jakarta untuk menghadiri konser.
“Kalau untuk permasalahan kita kurang tahu, karena memang kita dapat informasi awal dari mereka pada saat check-in juga cuma mau nonton konser saja sih. Ada event konser di sini, ‘kita mau nonton’, gitu saja,” tutur dia.
Darwin juga mengatakan proses check-out rombongan tersebut berlangsung normal tanpa ada hal mencurigakan. Mereka disebut check-out pada 14 Mei 2026.
“Enggak ada. Check-out pun normal seperti biasa sih untuk check-out-nya,” kata Darwin.
Beberapa hari setelah rombongan meninggalkan hotel, kata Darwin, pihak kepolisian sempat datang untuk meminta informasi terkait kejadian tersebut.
“Kita pun dapat informasi kejadian itu sempat didatangi pihak kepolisian itu kalau enggak salah sekitar tiga hari setelah tanggal check-out 14 itu,” ujarnya.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia