5 Fakta Penting Kunjungan Prabowo ke Prancis dan Agendanya

Presiden Prabowo Subianto resmi kembali ke Indonesia pada Jumat, 29 Mei 2026, usai menuntaskan kunjungan kenegaraan keempatnya ke Prancis. Dalam lawatan yang berlangsung sejak Selasa, 26 Mei 2026, Presiden mendarat di Bandara Orly, Paris, pada pukul 09.50 waktu setempat. Kunjungan penting ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Advertisements

Pilihan editor: Buat Apa Prabowo Bolak-Balik ke Prancis

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa lawatan ini merupakan upaya memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sempat tertunda karena kendala jadwal. Menurut Sugiono, rencana pertemuan tersebut sedianya dijadwalkan pada April lalu, namun harus mengalami penyesuaian waktu hingga akhirnya terlaksana di akhir Mei ini.

Selama berada di Paris, Presiden Prabowo menyoroti hubungan bilateral Indonesia dan Prancis yang kini berada di titik terbaik dalam sejarah. Sebagai bentuk penguatan kerja sama, Presiden bahkan menginstruksikan agar sekolah-sekolah di Tanah Air mulai mengajarkan bahasa Prancis kepada para siswa.

Advertisements

Salat Idul Adha Bersama Diaspora di Paris

Momen penting dalam kunjungan ini adalah pelaksanaan salat Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026. Presiden Prabowo melaksanakan ibadah tersebut di Wisma Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris.

Dalam saf pertama, Presiden tampak didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, serta Menteri Investasi sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani. Kehadiran putra Presiden, Didit Hediprasetyo, juga terlihat di lokasi yang sama. Usai ibadah, Presiden menyempatkan diri bersalaman dan beramah tamah dengan masyarakat diaspora Indonesia yang hadir.

Fokus pada Pendidikan dan Bahasa Prancis

Dalam pertemuan bilateral di Istana Élysée, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kerja sama pendidikan. Salah satu langkah konkretnya adalah instruksi agar seluruh tingkatan sekolah di Indonesia memasukkan bahasa Prancis dalam kurikulum pembelajaran. Langkah ini diambil sebagai strategi antisipasi terhadap perkembangan dunia di masa depan.

Intensitas Diplomasi yang Tinggi

Presiden Prabowo mengakui tingginya intensitas kunjungan dirinya ke Prancis. Tercatat, kunjungan ini merupakan yang ketiga kalinya dalam rentang waktu lima bulan sepanjang tahun 2026, setelah sebelumnya sempat melawat pada Januari dan April. Kepada Presiden Macron, Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam atas sambutan hangat dan kehormatan yang diberikan kepada delegasi Indonesia.

Peluncuran Dewan Bisnis dan Kerja Sama Ekonomi

Agenda utama dalam kunjungan kali ini adalah peluncuran France-Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC). Peresmian dewan bisnis yang diinisiasi oleh Kamar Dagang Indonesia bersama MEDEF International ini dilakukan saat Forum CEO Indonesia-Prancis di Paris, Kamis, 28 Mei 2026. Melalui akun Instagram resminya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa dewan ini akan menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan dagang kedua negara.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa momentum peluncuran tersebut berhasil menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai US$ 3,5 miliar atau setara dengan Rp 62,38 triliun (kurs Rp 17.824 per dolar AS). Kerja sama ini difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan pertahanan.

Rosan menambahkan bahwa FI-HLBC mempertemukan 30 pimpinan industri terkemuka dari Indonesia dan Prancis dengan total kapitalisasi pasar mencapai US$ 1,3 triliun. Kesepakatan ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dengan iklim investasi yang kompetitif bagi investor global.

Ervana Trikanaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Ringkasan

Presiden Prabowo Subianto telah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Prancis pada 29 Mei 2026 untuk memenuhi undangan Presiden Emmanuel Macron. Selama lawatan tersebut, Presiden menyoroti hubungan bilateral yang berada di titik terbaik, termasuk instruksi untuk memasukkan bahasa Prancis ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Selain itu, Presiden juga menyempatkan diri melaksanakan salat Idul Adha bersama masyarakat diaspora Indonesia di Wisma Indonesia, Paris.

Agenda utama kunjungan ini ditandai dengan peresmian France-Indonesia High Level Business Council (FI-HLBC) untuk memperkuat kerja sama ekonomi antarnegara. Forum tersebut berhasil mencatatkan empat kesepakatan komersial senilai US$ 3,5 miliar di sektor energi, perdagangan, dan pertahanan. Pertemuan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis dengan iklim investasi yang kompetitif bagi investor global.

Advertisements