
JAKARTA – PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC), emiten yang bergerak di sektor industri kemasan plastik, bersiap menyambut babak baru. Perusahaan telah mengonfirmasi rencana perubahan kepemilikan setelah pemegang saham pengendali (PSP) lama sepakat melepas seluruh porsi saham mereka kepada pihak baru.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli, menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PJBS) pada Senin, 25 Mei 2026. Dalam transaksi ini, PT Triple Berkah Bersama (Triple B) ditunjuk sebagai pihak pembeli.
Harga Emas Antam Hari Ini (31/5) Stagnan di Rp 2,799 Juta per Gram
Direktur Utama Megalestari Epack Sentosaraya, Bahar, membenarkan bahwa Triple B akan mengakuisisi seluruh saham milik PSP di perusahaan tersebut melalui pasar negosiasi. Noprian merinci bahwa Triple B akan membeli sebanyak 1.141.671.100 lembar saham dengan harga Rp 12 per saham. Dengan demikian, total nilai akuisisi atau yang sering disebut sebagai backdoor listing ini mencapai Rp 13,7 miliar.
Proses pengambilalihan ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan pada Rabu, 24 Juni 2026, dengan pembelian sebanyak 541.666.667 saham. Selanjutnya, sisa 600.004.433 saham akan dibeli paling lambat pada Kamis, 23 Juli 2026. Setelah kedua tahap tersebut tuntas, Triple B akan resmi menguasai 34,56% modal ditempatkan dan disetor penuh di EPAC.
Meski PJBS telah ditandatangani, Noprian menegaskan bahwa hal tersebut belum menjadi tanda efektifnya perubahan pengendalian perusahaan. “Para pihak sepakat untuk memastikan bahwa seluruh proses pengalihan saham dari PSP lama kepada Triple B akan senantiasa mengacu dan tunduk pada seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan serta regulasi yang berlaku di bidang pasar modal,” ujarnya.
Di pasar modal, kinerja saham EPAC terpantau sedang berada dalam tekanan. Pada penutupan perdagangan Jumat (25/5/2026), saham EPAC ditutup melemah 6,58% ke level Rp 71 per saham. Secara bulanan, harga saham emiten ini telah terkoreksi sebesar 10,13%.
Asing Net Sell Rp 12,43 Triliun Sepekan, TPIA, BBCA dan AMMN Paling Banyak Dijual
Sebagai informasi tambahan, struktur pemegang saham EPAC saat ini meliputi PT Omni Multi Industrindo sebesar 24,22% (800 juta saham), Drs Ryan Permana 20,12% (664,79 juta saham), Nessy Sarinda 14,44% (476,87 juta saham), Suhanda Wijaya 6,82% (225,4 juta saham), serta Bahar sebesar 5,5% (181,76 juta saham).
Ringkasan
PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) akan mengalami perubahan pengendali setelah PT Triple Berkah Bersama (Triple B) sepakat mengakuisisi saham milik pemegang saham pengendali (PSP) lama. Triple B dijadwalkan membeli 1.141.671.100 lembar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 13,7 miliar. Proses akuisisi ini akan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 24 Juni dan 23 Juli 2026.
Setelah seluruh tahapan transaksi selesai, Triple B akan resmi menguasai 34,56% saham EPAC. Pihak perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses pengalihan saham akan mengikuti peraturan perundang-undangan dan regulasi pasar modal yang berlaku. Saat ini, kinerja saham EPAC di bursa terpantau sedang mengalami tekanan dengan koreksi harga yang signifikan.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia