Sinar Terang Mandiri (MINE) tebar dividen Rp14,75 per saham, cek jadwalnya

Jakarta – Emiten tambang nikel PT Sinar Terang Mandiri Tbk. (MINE) menjanjikan dividen tunai sebesar Rp60,24 miliar atau setara Rp14,75 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan penting ini telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang dilaksanakan pada 22 April 2026.

Advertisements

Presiden Direktur MINE, Ivo Wangarry, secara resmi mengumumkan bahwa dividen yang akan dibagikan bersumber dari laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025. “Perseroan akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sekurang-kurangnya Rp60.245.420.675 atau setara Rp14,75 per saham,” ungkap Ivo dalam keterbukaan informasi yang dirilis pada Senin (27/4/2026).

Investor yang ingin mendapatkan dividen ini perlu memperhatikan jadwal yang telah ditetapkan. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan jatuh pada 30 April 2026. Selang beberapa hari, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 4 Mei 2026.

Selanjutnya, untuk perdagangan di pasar tunai, cum dividen akan dilaksanakan pada 5 Mei 2026, sementara ex dividen jatuh pada 6 Mei 2026. Tanggal penting lainnya adalah penetapan daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen atau recording date, yang ditetapkan pada 5 Mei 2026.

Advertisements

Puncak dari proses pembagian dividen ini adalah tanggal pembayaran yang telah dijadwalkan pada 22 Mei 2026. Manajemen MINE menegaskan bahwa seluruh jadwal dan tata cara pembayaran dividen ini telah dikoordinasikan dengan pihak Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta biro administrasi efek perseroan.

Lebih lanjut, manajemen MINE memastikan bahwa pembagian dividen tunai tahun buku 2025 ini tidak akan berdampak negatif terhadap kelangsungan operasional dan usaha perseroan. Hal ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid.

Sebagai gambaran, MINE berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp202,02 miliar sepanjang tahun 2025. Perusahaan juga memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp452,99 miliar, serta total ekuitas yang mencapai Rp939,93 miliar hingga akhir Desember 2025.

Disclaimer: Berita ini bersifat informatif dan tidak mengandung ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements