Profil Jumhur Hidayat, tokoh pergerakan buruh yang kini jadi menteri Prabowo

Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup yang baru. Dalam mandat terbarunya, ia hadir untuk menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Hanif Faisol Nurofiq. Penunjukan ini membawa harapan baru bagi tata kelola lingkungan di tanah air, mengingat sosok Jumhur memiliki rekam jejak yang panjang di dunia pergerakan.

Advertisements

Lantas, seperti apa profil Jumhur Hidayat yang kini menduduki kursi menteri tersebut? Pria kelahiran Bandung, 18 Februari 1968 ini, lebih dikenal luas oleh publik sebagai seorang aktivis kawakan yang vokal dalam memperjuangkan hak-hak buruh di Indonesia. Karakter kritis dan jiwa aktivisnya ternyata sudah mulai tumbuh sejak ia masih mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Catatan sejarah mencatat bahwa pada tahun 1989 silam, Jumhur sempat ditangkap dan ditahan karena keterlibatannya dalam aksi unjuk rasa besar menolak kedatangan Menteri Dalam Negeri saat itu, Rudini. Namun, pengalaman pahit di balik jeruji besi tidak menyurutkan semangatnya. Setelah bebas, ia bergabung dengan Center for Information and Development Studies (CIDES) pada awal 1993, di mana ia kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Eksekutif.

Di tengah kesibukannya berorganisasi, Jumhur tetap mengutamakan pendidikan dengan menempuh studi di Universitas Nasional (Unas) dan mengambil jurusan teknik fisika. Langkahnya di dunia politik pun mulai terlihat nyata saat ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Daulat Rakyat (PDR) pada Pemilu 1999, dan berlanjut sebagai Sekjen Partai Sarikat Indonesia (PSI) untuk menyongsong Pemilu 2004.

Advertisements

Memasuki periode Pilpres, Jumhur mengambil peran strategis sebagai Koordinator Nasional Koalisi Kerakyatan yang mendukung pasangan SBY-JK. Setelah pasangan tersebut berhasil memenangkan mandat rakyat, Jumhur dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI). Ia dilantik pada 11 Januari 2007 dan mengakhiri masa tugasnya di posisi tersebut pada 11 Maret 2014.

Dedikasinya terhadap isu ketenagakerjaan terus berlanjut melalui pendirian Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo). Puncak kiprahnya di organisasi buruh terjadi saat ia terpilih menjadi Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) melalui kongres yang digelar pada 16 Februari 2022.

Kini, dengan segudang pengalaman mulai dari jalanan hingga birokrasi, Jumhur Hidayat telah mendapatkan kepercayaan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Ia kini resmi menyandang status sebagai orang nomor satu di Kementerian Lingkungan Hidup, mengemban tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian alam Indonesia.

Ringkasan

Jumhur Hidayat telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Lingkungan Hidup yang baru, menggantikan Hanif Faisol Nurofiq. Penunjukan ini diharapkan membawa perubahan positif dalam tata kelola lingkungan. Jumhur Hidayat, lahir di Bandung pada 18 Februari 1968, dikenal sebagai aktivis buruh yang vokal dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

Kiprahnya sebagai aktivis dimulai sejak masa kuliah di ITB, bahkan pernah ditahan pada tahun 1989 karena aksi unjuk rasa. Pengalamannya luas, termasuk menjadi Direktur Eksekutif CIDES, Sekjen Partai Daulat Rakyat dan Partai Sarikat Indonesia, Koordinator Nasional Koalisi Kerakyatan untuk SBY-JK, serta Kepala BNP2TKI periode 2007-2014. Ia juga mendirikan YKPI dan Gaspermindo, serta pernah menjabat sebagai Ketua Umum KSPSI.

Advertisements