Prediksi IHSG Kamis 7 Mei: Analisis Pasar dan Rekomendasi Saham Pilihan

JogloNesia JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (7/5/2026). Pergerakan ini merupakan kelanjutan setelah indeks berhasil mencatatkan penguatan selama dua hari berturut-turut.

Advertisements

Pada penutupan perdagangan Rabu (6/5/2026), IHSG ditutup menguat 0,50% ke level 7.092. Kenaikan ini terjadi di tengah aksi jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell yang mencapai sekitar Rp484 miliar di pasar reguler.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa rebound yang terjadi saat ini didorong oleh sentimen positif domestik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melampaui ekspektasi pasar menjadi katalis utama yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dalam negeri.

Pergerakan IHSG Dipengaruhi Data PDB Nasional, Berikut Catatan Analis

Advertisements

Selain faktor domestik, sentimen pasar global juga cenderung lebih kondusif berkat penurunan harga minyak dunia. Reza menyebut bahwa langkah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menghentikan sementara Project Freedom di Selat Hormuz memberikan dampak signifikan dalam meredakan ketegangan geopolitik dan kekhawatiran terkait pasokan energi global.

Meskipun sentimen pendukung cukup kuat, Reza mengingatkan bahwa ruang kenaikan IHSG pada perdagangan Kamis (7/5/2026) mulai terbatas. Hal ini disebabkan posisi indeks yang mulai mendekati area resistance setelah mengalami rebound dalam beberapa hari terakhir.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan akan bergerak dengan level support pada kisaran 6.920 hingga 7.000, sementara area resistance berada di rentang 7.100 hingga 7.160. Selain teknikal, pelaku pasar juga akan memantau perkembangan geopolitik global serta fluktuasi nilai tukar rupiah, terutama menjelang rilis data cadangan devisa Indonesia pada akhir pekan ini.

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Ini Level Support dan Resistance Kamis (7/5)

Terkait pilihan investasi, Reza merekomendasikan sejumlah emiten untuk dicermati oleh investor. Saham KOTA disarankan untuk dibeli pada rentang harga Rp158–Rp160, dengan target harga di level Rp165–Rp170 dan stop loss di bawah Rp155.

Selanjutnya, saham BNBR direkomendasikan untuk strategi buy on weakness di area Rp200–Rp210, dengan target profit di level Rp225–Rp240 dan stop loss di bawah Rp195. Terakhir, saham MINA dapat dicermati dengan area beli di Rp380–Rp390, target harga Rp400–Rp410, serta batasan risiko (stop loss) di bawah Rp375.

Ringkasan

IHSG diprediksi bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (7/5/2026) setelah mencatatkan penguatan selama dua hari berturut-turut. Sentimen positif didorong oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang melampaui ekspektasi serta meredanya ketegangan geopolitik global akibat penurunan harga minyak dunia. Meskipun demikian, indeks diperkirakan akan menghadapi tantangan karena posisinya yang sudah mendekati area resistance di kisaran 7.100 hingga 7.160.

Secara teknikal, pergerakan IHSG berada pada level support 6.920 hingga 7.000 dengan pantauan investor terhadap nilai tukar rupiah dan data cadangan devisa. Sebagai rekomendasi investasi, analis menyarankan untuk mencermati saham KOTA, BNBR, dan MINA dengan strategi pembelian serta target harga yang telah ditentukan. Investor tetap diingatkan untuk memperhatikan batasan risiko atau stop loss pada setiap posisi yang diambil.

Advertisements