
JogloNesia – JAKARTA. Harga perak diperdagangkan di atas US$ 77 per ons troi pada hari Selasa (26/5), setelah naik hampir 4% pada hari sebelumnya. Harga perak didukung oleh indikasi bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (26/5), negosiasi antara Washington dan Teheran dilaporkan berpusat pada perpanjangan gencatan senjata selama kurang lebih dua bulan. Pada momen itu AS akan mencabut blokade, sementara Iran akan mengizinkan pengiriman melalui Hormuz untuk dilanjutkan.
Harga Emas dan Perak Diproyeksi Tertahan pada Mei 2026, Begini Kata Analis
Namun, hambatan besar tetap ada, terutama terkait program nuklir Iran dan desakannya untuk mempertahankan kendali atas lalu lintas maritim di jalur strategis tersebut.
Sementara itu, harga minyak turun tajam, meredakan kekhawatiran tentang tekanan inflasi dan prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Terlepas dari pemulihan baru-baru ini, harga perak masih turun sekitar 17% sejak konflik dimulai, karena kekhawatiran akan guncangan inflasi yang didorong oleh energi, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral dapat mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk jangka waktu yang lebih lama.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia