Keputusan radikal AC Milan setelah gagal lolos ke Liga Champions 2026/2027

Ringkasan Berita:

  • Efek domino dirasakan AC Milan setelah gagal mengamankan tiket lolos ke Liga Champions musim depan lewat jalur domestik.
  • Keputusan radikal pun diambil AC Milan setelah kegagalan besar tersebut di akhir kompetisi musim ini.
  • Sosok penting di manajemen AC Milan, mulai dari CEO, Direktur Olahraga, Direktur Teknis dan pelatih harus pergi.

 

JogloNesia – – Efek domino dirasakan AC Milan setelah gagal mengamankan tiket lolos ke Liga Champions musim depan lewat jalur domestik.

Advertisements

Keputusan radikal pun diambil AC Milan setelah kegagalan besar tersebut di akhir kompetisi musim ini.

Beberapa sosok penting AC Milan pun diharuskan pergi setelah kegagalan tersebut.

Mulai dari CEO AC Milan, Direktur Olahraga, Direktur Teknis hingga pelatih menjadi sasaran utamanya.

Advertisements

Sosok di balik layar yang selama ini mengisi pos jabatan tersebut diketahui harus pergi dari AC Milan, sebagai konsekusensi dari kegagalan tragis Rossoneri ke Liga Champions.

Dilansir Rossoneri News, Gerry Cardinale selaku pemilik AC Milan, telah merilis pernyataan resmi untuk mengonfirmasi keputusan tersebut.

Cardinale sepenuhnya memahami kekecewaan penggemar AC Milan setelah tim kesayangannya gagal lolos ke Liga Champions musim depan.

Sempat mampu bersaing di jalur scudetto hingga pertengahan musim.

AC Milan seakan habis bensin dan kehilangan arah di momen kritis pada akhir musim.

Alhasil, keputusan untuk melakukan perombakan total dalam manajemen terpaksa diambil Cardinale selaku pemilik AC Milan.

“Setelah kekecewaan tahun lalu, mandat yang ditetapkan oleh manajemen klub ini adalah bisa kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk meraih kemenangan secara konsisten di puncak Serie A,” bunyi pernyataan resmi Cardinale melalui Red Bird.

“Sepanjang sebagian besar musim ini, kami beada di posisi dua teratas, dan punya peluang cukup besar untuk memperebutkan scudetto,”

“Namun, performa di akhir musim benar-benar tidak konsisten, kekalahan mengecewakan melawan Cagliari akhirnya mengubah musim ini menjadi kegagalan total,”

“Sekarang saatnya untuk perubahan dan reorganisasi menyeluruh di bagian operasional,”

“Mulai sekarang kami berpisah dengan CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, pelatih kepala Massimiliano Allegri, dan Direktur Teknik Geoffrey Moncada,”

“Terima kasih kepada mereka semua atas kerja keras dan dedikasi mereka kepada AC Milan selama masa jabatan mereka masing-masing,”

“Pengumuman lebih lanjut mengenai penunjukkan selanjutnya akan disampaikan pada waktunya, dengan tujuan siap dan dipersiapkan dengan baik untuk musim berikutnya,” tambahnya.

Bersaing di Jalur Scudetto hingga Pertengahan Musim, AC Milan Oleng di Momen Kritis

Jika menilik performa AC Milan musim ini khususnya saat mengarungi kompetisi Liga Italia.

Penampilan AC Milan cukup mengesankan sekalipun sempat menderita kekalahan mengejutkan melawan Cremonese pada laga perdana di kandang sendiri.

Setelah kalah di laga perdana, laju AC Milan tak terhentikan di Liga Italia.

Setidaknya AC Milan tidak pernah kalah melawan tim manapun dalam 25 laga beruntun di Liga Italia, dari pekan kedua s/d 25.

Performa oleng AC Milan justru mulai terlihat setelah mereka berhasil mengalahkan Inter Milan di pekan ke-28.

Sejak saat itu, hasil kurang mengesankan diraih AC Milan sampai akhir musim.

Kekalahan melawan Lazio pada pekan ke-29, menjadi awal dari titik inkonsistensi performa AC Milan.

Sempat menang atas Torino, AC milan kalah lagi melawan Napoli dan Udinese dalam dua laga berturut-turut.

KlubDMSKGMGK-/+P1Inter Milan382765893554872Napoli382378583622763Roma3823411593128734Como3820117652936715AC Milan3820108533518706Juventus3819127613427697Atalanta3815149513615598Bologna381681449463569Lazio38141212414015410Udinese38148164548-35011Sassuolo38147174650-44912Torino38129174463-194513Parma381112152846-184514Cagliari381110174053-134315Fiorentina38915144150-94216Genoa381011174151-104117Lecce38108202850-223818Cremonese38810203257-253419Verona38312232561-362120Pisa38212242671-4518 Lihat selengkapnya →

Catatan satu kemenangan, satu hasil imbang dan tiga kekalahan dalam lima laga terakhir pun akhirnya menjadi bukti AC Milan kehilangan arah di akhir musim.

AC Milan yang awalnya bersaing di jalur scudetto dan zona Liga Champions, mendadak hanya meratapi nasib buruknya di akhir musim.

Kekalahan tragis dari Cagliari dengan skor 1-2 di laga terakhir alias penentuan, menjadi puncaknya.

Di akhir musim, AC Milan harus rela kehilangan kesempatan lolos ke Liga Champions musim depan, setelah hanya bisa menempati posisi kelima dengan 70 poin di klasemen pekan ke-38.

AC Milan hanya kalah satu poin dengan Como 1907 yang secara mengejutkan mampu mengamankan slot Liga Champions pada momen kritis di akhir musim.

Sementara, AC Milan hanya berhak berlaga di kompetisi Liga Eropa, bersama Juventus.

Akibat kegagalan lolos ke Liga Champions tersebut, AC Milan terpaksa merombak manajemen mulai dari CEO hingga pelatih.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

Advertisements