
PT Antar Lintas Sumatera (ALS) tengah memfasilitasi keberangkatan keluarga korban kecelakaan maut bus ALS menuju RS Bhayangkara Moh Hasan, Palembang, Sumatera Selatan. Langkah ini diambil untuk keperluan proses autopsi dan identifikasi, mengingat kondisi salah satu jenazah korban sulit dikenali.
Humas ALS, Alwi Matondang, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Polda Sumatera Selatan terkait kendala identifikasi tersebut. “Setelah kami berkoordinasi dengan Polda Sumsel, pihak keluarga diminta untuk melakukan tes DNA karena kondisi jenazah sulit untuk dikenali,” ujar Alwi di Medan, Kamis (7/5).
Hingga saat ini, pihak perusahaan masih menunggu pihak keluarga untuk diberangkatkan ke Palembang. Alwi juga menekankan pentingnya kehadiran keluarga kandung dalam proses identifikasi ini. Sebelumnya, terdapat informasi bahwa ada kerabat yang akan berangkat, namun bukan merupakan anggota keluarga inti. Oleh karena itu, pihak manajemen ALS telah mengimbau keluarga agar mengirimkan anggota keluarga kandung untuk mempermudah prosedur hukum dan medis yang berlaku.
Kecelakaan tragis yang melibatkan bus ALS dan truk tangki tersebut menelan 16 korban jiwa. Dari total korban, empat orang di antaranya merupakan warga asal Medan, termasuk sopir dan kernet bus. Berikut adalah identitas sebagian penumpang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut:
- Salim, warga Medan
- Sukardi, warga Medan
- Syamsiah, warga Medan
- Budiyanto, warga Kisaran
- Clinton, warga Siborongborong, Tapanuli Utara

Peristiwa kecelakaan hebat ini terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kawasan Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5). Data resmi mencatat sebanyak 16 orang meninggal dunia, yang terdiri dari 14 penumpang bus serta sopir dan kernet truk tangki BBM tersebut.
Ringkasan
PT Antar Lintas Sumatera (ALS) memfasilitasi keluarga korban kecelakaan bus ALS untuk menuju RS Bhayangkara Palembang guna keperluan tes DNA dan identifikasi jenazah. Langkah ini diambil karena kondisi salah satu dari 16 korban jiwa dalam kecelakaan tersebut sulit dikenali, sehingga diperlukan kehadiran keluarga kandung untuk mempermudah prosedur hukum dan medis.
Kecelakaan tragis yang melibatkan bus ALS dan truk tangki tersebut terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5). Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini, yang meliputi penumpang bus serta pengemudi dan kernet dari truk tangki BBM.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia