
JogloNesia – Di tengah tekanan hebat yang membuat nilai tukar rupiah menembus angka Rp 17.500 per dolar AS, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat darurat di lobi Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5). Pertemuan mendadak ini dilakukan sebagai langkah respons cepat pemerintah dalam menyikapi gejolak pasar keuangan nasional.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Purbaya tampak berkoordinasi secara intensif dengan sejumlah jajaran pimpinan tinggi kementerian. Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti, serta Pelaksana Harian Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal Ferry Ardiyanto.
Usai rapat, Purbaya mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut difokuskan pada rencana pemerintah untuk memberikan dukungan kepada Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Meski demikian, ia belum ingin membeberkan langkah taktis yang akan diambil oleh kementeriannya.
“Strateginya masih rahasia. Jika diungkapkan sekarang, tentu pihak lain akan mengetahuinya,” ujar Purbaya dengan nada santai.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mengkaji langkah strategis untuk menstabilkan pasar obligasi atau bond market. Menurutnya, menjaga stabilitas Surat Berharga Negara (SBN) merupakan langkah krusial agar tekanan di sektor keuangan tidak berdampak lebih luas terhadap pasar valuta asing.
“Kami akan berupaya menjaga stabilitas di pasar obligasi terlebih dahulu, yang nantinya secara bertahap diharapkan dapat menopang stabilitas nilai tukar,” tambahnya.
Salah satu instrumen yang sedang disiapkan pemerintah adalah Bond Stabilization Fund (BSF). Skema ini dirancang sebagai bantalan untuk menjaga pasar obligasi negara tetap kondusif, terutama saat terjadi lonjakan imbal hasil atau yield SBN akibat tingginya tekanan pasar. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mulai terjun membantu langkah stabilisasi yang dijalankan oleh Bank Indonesia mulai esok hari.
“Kami akan berusaha mengendalikan dan membantu nilai tukar rupiah dengan memberikan dukungan bagi BI sebisa mungkin,” pungkas Purbaya kepada awak media.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Rayu Investor Asing Masuk RI, Jamin Iklim Investasi Membaik
Purbaya Buka-bukaan Alasan Pemerintah Genjot Insentif Kendaraan Listrik
Ringkasan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar rapat darurat bersama jajaran pimpinan kementerian untuk merespons melemahnya nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp17.500 per dolar AS. Pertemuan tersebut difokuskan pada koordinasi langkah strategis guna membantu Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
Pemerintah berencana menstabilkan pasar obligasi sebagai langkah awal untuk menekan gejolak nilai tukar, salah satunya melalui penerapan instrumen Bond Stabilization Fund (BSF). Kementerian Keuangan berkomitmen untuk segera memberikan dukungan nyata bagi stabilitas Surat Berharga Negara dan nilai tukar rupiah mulai hari berikutnya.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia