
JAKARTA, JogloNesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan tren negatif setelah ditutup melemah selama tiga hari berturut-turut. Pada perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa (12/5/2026), IHSG terpaksa harus terkoreksi cukup dalam.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dihimpun via RTI, IHSG ditutup melemah sebesar 0,68% atau terpangkas 46,72 poin ke level 6.858,89. Pergerakan negatif ini didominasi oleh tekanan pada mayoritas sektor yang melantai di bursa.
Sektor yang Menjadi Beban IHSG
Pelemahan IHSG pada perdagangan Selasa dipicu oleh koreksi tajam di berbagai sektor utama. Sektor kesehatan mencatat penurunan paling dalam, diikuti oleh sektor perindustrian, infrastruktur, barang konsumer primer, properti dan real estate, serta sektor teknologi. Sebaliknya, kinerja positif justru ditunjukkan oleh sektor barang baku, transportasi, keuangan, dan energi yang berhasil bergerak di zona hijau.
Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di BEI mencatatkan volume sebesar 32,98 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 16,29 triliun. Dari sisi pergerakan harga, sebanyak 463 saham mengalami pelemahan, sementara 207 saham berhasil menguat, dan 151 saham lainnya stagnan.
Dominasi Aksi Jual Asing
Tekanan terhadap IHSG semakin terasa dengan adanya aksi jual bersih (net sell) yang cukup masif dari investor asing. Tercatat, investor asing melakukan net sell sebesar Rp 931,89 miliar di seluruh pasar. Meski demikian, di tengah tren pelemahan tersebut, pelaku pasar asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu.
Berikut adalah 10 saham dengan nilai net buy asing terbesar pada perdagangan Selasa (12/5/2026):
1. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): Rp 95,13 miliar
2. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 94,49 miliar
3. PT Timah Tbk (TINS): Rp 48,27 miliar
4. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP): Rp 41,85 miliar
5. PT Indosat Tbk (ISAT): Rp 33,45 miliar
6. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA): Rp 26,67 miliar
7. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Rp 21,04 miliar
8. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR): Rp 20,98 miliar
9. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI): Rp 15,24 miliar
10. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp 15,14 miliar
Di sisi lain, saham-saham seperti CUAN, AMRT, dan JPFA mencatatkan diri sebagai top losers pada indeks LQ45 hari ini, yang turut memberikan tekanan pada performa indeks secara umum. Situasi pasar yang menantang ini membuat banyak investor mulai beralih menggunakan bantuan analisa berbasis AI untuk menentukan langkah investasi yang lebih presisi di tengah volatilitas pasar.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah sebesar 0,68% ke level 6.858,89 pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Penurunan ini menandai pelemahan indeks selama tiga hari berturut-turut yang dipicu oleh tekanan di sektor kesehatan, perindustrian, infrastruktur, serta sektor teknologi.
Meskipun investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 931,89 miliar, mereka tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham pilihan. Saham-saham yang mencatatkan nilai beli bersih (net buy) tertinggi di antaranya adalah ADRO sebesar Rp 95,13 miliar dan TLKM sebesar Rp 94,49 miliar, diikuti oleh TINS, INKP, dan ISAT.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia