Jalani Sidang Etik Partai Gerindra, Achmad Syahri Akui Khilaf

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jember, Achmad Syahri As Sidiqi, akhirnya memenuhi panggilan sidang etik di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, pada Jumat (15/5/2026). Proses persidangan ini merupakan tindak lanjut atas video viral yang memperlihatkan dirinya tengah merokok sambil bermain game saat rapat paripurna DPRD Jember berlangsung.

Advertisements

Dalam agenda tersebut, Majelis Kehormatan Partai Gerindra yang dipimpin oleh Fikrah Auliurrahman bersama anggota majelis lainnya, yakni Yunico Syahrir dan Dolfie Rompas, bertindak sebagai pemeriksa. Turut hadir mendampingi Syahri dalam proses persidangan tersebut, Ketua DPC Partai Gerindra Jember, Ahmad Halim.

Berdasarkan fakta-fakta yang dipaparkan dalam persidangan, Majelis Kehormatan menyatakan bahwa Achmad Syahri As Sidiqi terbukti melakukan pelanggaran terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Gerindra. Akibat tindakannya yang dinilai tidak etis tersebut, partai resmi menjatuhkan sanksi berupa teguran keras dan peringatan terakhir kepada yang bersangkutan.

Menanggapi keputusan tersebut, Syahri menyampaikan permohonan maaf dan penyesalannya atas tindakan yang telah dilakukan. Anggota Komisi D DPRD Jember ini berdalih bahwa perilakunya terjadi karena kekhilafan dan ia mengklaim bahwa insiden tersebut baru pertama kali dilakukan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Syahri berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang.

Advertisements


Ringkasan

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jember, Achmad Syahri As Sidiqi, menjalani sidang etik di Kantor DPP Partai Gerindra terkait video viral yang memperlihatkannya merokok dan bermain game saat rapat paripurna. Majelis Kehormatan Partai Gerindra menyatakan Syahri terbukti melanggar AD/ART partai akibat tindakannya yang tidak etis tersebut. Akibat pelanggaran ini, ia dijatuhi sanksi berupa teguran keras dan peringatan terakhir.

Menanggapi putusan tersebut, Syahri mengakui kekhilafannya dan menyampaikan permohonan maaf secara resmi. Ia mengklaim bahwa insiden tersebut merupakan kejadian pertama dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa depan. Proses persidangan ini dihadiri oleh jajaran Majelis Kehormatan Partai serta Ketua DPC Partai Gerindra Jember.

Advertisements