Rencana LRT Terhubung ke PIK 2 dan Bandara Soetta Segera Dikaji

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melontarkan rencana strategis untuk memperluas jaringan transportasi massal di ibu kota. Ia membuka peluang pengembangan jalur LRT agar menjangkau kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, hingga tersambung langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Advertisements

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono Anung di sela-sela peresmian Kelenteng Tian Fu Gong di Riverwalk Island, PIK, Jakarta, pada Minggu (17/5). Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan pengkajian mendalam terkait kelanjutan proyek LRT demi mengoptimalkan konektivitas di wilayah utara Jakarta.

Integrasi Transportasi Menuju Utara Jakarta

Pramono memaparkan visinya untuk menghubungkan jalur LRT yang ada saat ini dengan kawasan-kawasan strategis di Jakarta Utara. Jalur LRT yang membentang dari Velodrome hingga Manggarai—yang ditargetkan diresmikan pada Agustus mendatang—rencananya akan diperpanjang melewati Tanjung Priok, Jakarta International Stadium (JIS), dan Ancol, sebelum akhirnya bermuara di PIK 2 dan terkoneksi dengan akses bandara.

Advertisements

“Jika kita ingin wilayah utara terhubung dengan baik, maka LRT dari Velodrome hingga Manggarai harus dilanjutkan. Konektivitas dari Ancol menuju PIK 2 adalah segmen yang kini sedang kami tentukan,” ujar Pramono. Ia menambahkan bahwa pembangunan segmen hingga Ancol saat ini sudah mengantongi izin dari pemerintah pusat, sehingga fokus selanjutnya adalah mematangkan rute dari Ancol ke PIK 2.

Sinergi antar moda transportasi juga menjadi perhatian utama. Pramono menyoroti bahwa integrasi LRT ini akan melengkapi layanan transportasi publik yang sudah ada, termasuk KRL yang kini telah melayani penumpang hingga ke stasiun di area JIS.

Mewujudkan Jaringan Transportasi Melingkar (Loop)

Proyek LRT yang kini berjalan memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 titik pemberhentian dan menelan investasi mencapai Rp 11,5 triliun. Pramono berharap, kelanjutan pembangunan ini dapat membentuk jaringan transportasi melingkar atau loop yang menghubungkan seluruh titik strategis di Jakarta hingga ke bandara. Hingga saat ini, sistem konektivitas Jakarta baru mencapai tahap 93 persen.

“Sebagai gubernur, saya memiliki ambisi untuk menuntaskan sisa konektivitas yang belum tersambung, khususnya melalui Ancol, PIK 2, hingga ke bandara, selama masa kepemimpinan saya,” tegasnya.

Optimisme ini didasari oleh tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan transportasi di kawasan tersebut. Pramono mencontohkan rute Transjabodetabek PIK 2–Blok M yang mencatat lonjakan jumlah penumpang secara signifikan. Awalnya, target harian dipatok pada angka 2.000 penumpang, namun realisasinya kini telah mencapai rata-rata 8.000 penumpang per hari.

Melihat tingginya permintaan tersebut, Pramono mengaku telah melakukan komunikasi informal dengan pihak pengembang. “Tadi saya sempat berdiskusi dengan CEO Agung Sedayu, mungkin sudah saatnya untuk mulai merancang pembukaan akses LRT dari Velodrome hingga ke kawasan PIK ini,” tutupnya.

Ringkasan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana memperluas jaringan LRT agar terhubung ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 hingga Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas di wilayah utara Jakarta, melanjutkan proyek LRT dari Velodrome menuju Manggarai yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah mengkaji rute dari Ancol menuju PIK 2 untuk melengkapi sistem transportasi melingkar (loop). Inisiatif ini didorong oleh tingginya permintaan masyarakat terhadap transportasi umum, yang terlihat dari lonjakan penumpang pada layanan Transjabodetabek rute PIK 2–Blok M.

Advertisements