IHSG Anjlok 26% Sepanjang 2026, Investor Asing Tarik Dana Rp51 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan yang cukup berat sepanjang tahun ini. Berdasarkan data RTI Business per Selasa (19/5), indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut tercatat mengalami koreksi sebesar 26,47 persen secara year to date (YTD).

Advertisements

Sepanjang tahun berjalan, performa IHSG merosot tajam dari level tertinggi di angka 9.174,474. Indeks sempat terpuruk hingga menyentuh level 6.323,264, yang sekaligus menjadi titik terendah IHSG sepanjang tahun ini.

Tekanan di pasar saham domestik ini tidak lepas dari derasnya arus keluar dana asing. Data RTI menunjukkan bahwa investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp 41,28 triliun di seluruh pasar (all market) sejak awal tahun. Jika dirinci lebih dalam, nilai jual bersih investor asing di pasar reguler bahkan mencapai Rp 51,09 triliun. Sebagai penyeimbang, investor asing tercatat melakukan net buy senilai Rp 9,80 triliun di pasar negosiasi dan tunai (NG + TN).

Besarnya aksi jual ini mencerminkan sentimen negatif investor global terhadap pasar saham domestik, yang masih terpengaruh oleh gejolak pasar keuangan dunia serta tekanan terhadap aset-aset di negara berkembang atau emerging market.

Advertisements

Kendati demikian, aktivitas perdagangan di BEI sejauh ini masih cukup tangguh berkat dukungan kuat dari investor domestik. Dari sisi volume transaksi, investor lokal mendominasi pasar dengan penguasaan sekitar 79,94 persen, sementara porsi investor asing hanya mencapai 20,06 persen.

Dominasi investor domestik juga terlihat jelas dari nilai transaksi atau turnover. Investor lokal mencatatkan transaksi beli sebesar Rp 1.411 triliun dan transaksi jual sebesar Rp 1.369,7 triliun, yang setara dengan 66,36 persen dari total transaksi pasar. Di sisi lain, investor asing membukukan transaksi beli sebesar Rp 684,2 triliun dan jual Rp 725,5 triliun, yang semakin menegaskan adanya arus keluar modal asing dari pasar saham Indonesia sepanjang tahun ini.

Selain volume dan nilai, investor domestik juga unggul dari sisi frekuensi transaksi dengan porsi mencapai 83,48 persen. Sebagai perbandingan, porsi frekuensi transaksi investor asing tercatat hanya sebesar 16,52 persen, menunjukkan bahwa roda perdagangan di BEI saat ini sangat bergantung pada partisipasi pelaku pasar dalam negeri.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi tajam sebesar 26,47 persen secara year to date hingga 19 Mei 2026. Penurunan ini dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp51,09 triliun di pasar reguler akibat sentimen negatif pada pasar keuangan global dan negara berkembang.

Di tengah tekanan arus keluar modal asing tersebut, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tetap terjaga berkat dominasi investor domestik. Investor lokal memegang kendali pasar dengan penguasaan volume transaksi sebesar 79,94 persen dan nilai turnover mencapai 66,36 persen dari total transaksi keseluruhan.

Advertisements