Tragedi Balita di Bekasi Tewas Ditusuk, Paman Diduga Jadi Pelaku

Tragedi berdarah mengguncang sebuah rumah kontrakan di Omah Seruni 99 No. 7, Kelurahan Jatirangga, Jatisampurna, Kota Bekasi, pada Rabu (27/5) malam. Seorang balita berinisial MAJ (2) ditemukan tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya.

Advertisements

Peristiwa memilukan ini pertama kali diketahui oleh nenek korban, M (60), saat baru saja pulang berjualan sekitar pukul 22.00 WIB. Begitu memasuki kontrakan, ia mendapati cucunya, MAJ, telah tergeletak tak bernyawa. Di sampingnya, sang paman berinisial G juga ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka sayatan di bagian leher, bersimbah darah dan tidak sadarkan diri.

Ketua RT setempat, Taufik Hidayat, mengungkapkan bahwa warga sempat mendengar suara teriakan dan tangisan dari dalam kontrakan sebelum akhirnya menemukan korban dalam kondisi mengenaskan. “Korban anak balita itu sudah tertusuk hingga ususnya keluar, sementara si laki-laki (G) mengalami luka di bagian leher,” ujar Taufik.

Polisi yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) segera mengamankan dua bilah pisau dapur yang berlumuran darah sebagai barang bukti. Balita MAJ dinyatakan meninggal di tempat, sedangkan G langsung dilarikan ke RSUD Jatisampurna untuk mendapatkan pertolongan medis.

Advertisements

Diketahui, kontrakan tersebut dihuni oleh tiga orang, yakni M, G, dan MAJ, sementara orang tua MAJ sedang berada di Yogyakarta. Menurut keterangan warga, M biasanya pergi berdagang dari pagi hingga malam, meninggalkan G dan MAJ berdua di rumah.

Berdasarkan penyelidikan awal, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa G diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan tersebut. “Hasil penyelidikan mengarah kepada salah satu korban yang masih hidup, yakni G, yang saat ini dalam perawatan rumah sakit. Bahkan, ditemukan pisau dapur di dalam genggamannya,” jelas Andi.

Lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa G memiliki riwayat kesehatan mental dan kerap berkonsultasi dengan psikiater serta mengonsumsi obat penenang. Meskipun demikian, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan lebih lanjut untuk memastikan motif di balik aksi brutal ini.

Kondisi jasad MAJ saat ditemukan digambarkan sangat memprihatinkan, dengan berbagai luka robek dan tusukan pada bagian dada, mulut, perut, pipi, hingga selangkangan. Saat ini, kepolisian masih memasang garis polisi di lokasi kejadian dan terus mendalami kasus ini. Pihak penyidik masih menunggu kondisi kesehatan G stabil sebelum melakukan pemeriksaan intensif lebih lanjut untuk mengungkap kronologi dan motif di balik peristiwa tragis tersebut.


Ringkasan

Seorang balita berusia dua tahun berinisial MAJ ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk di rumah kontrakannya di Jatirangga, Bekasi, pada Rabu (27/5) malam. Di lokasi yang sama, paman korban berinisial G ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka sayatan di leher dan diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan tersebut. Polisi telah mengamankan dua bilah pisau dapur berlumuran darah sebagai barang bukti di tempat kejadian perkara.

Penyelidikan awal kepolisian mengarah pada G yang diduga melakukan tindakan keji tersebut saat hanya berdua dengan keponakannya. Diketahui bahwa G memiliki riwayat kesehatan mental dan rutin mengonsumsi obat penenang. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu kondisi kesehatan G stabil untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap motif serta kronologi pasti dari tragedi ini.

Advertisements