
Direktur Utama Phintraco Sekuritas, Ferawati, mengungkapkan kesiapan institusinya dalam mendukung kebijakan kuotasi liquidity provider saham yang diinisiasi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Kebijakan strategis ini dirancang khusus untuk meningkatkan likuiditas emiten di pasar modal, terutama bagi saham-saham yang selama ini memiliki volume transaksi rendah.
Sebagai informasi, liquidity provider adalah lembaga keuangan atau anggota bursa yang berperan sebagai market maker atau penggerak aktivitas pasar. Melalui peran ini, diharapkan likuiditas pasar dapat meningkat, selisih harga (spread) antarsaham menjadi lebih sempit, serta proses transaksi berjalan lebih lancar dan efisien bagi para pelaku pasar.
Pada tahap awal implementasinya, Phintraco Sekuritas telah menetapkan lima saham yang menjadi fokus penyediaan kuotasi beli dan jual, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).
Ferawati menjelaskan bahwa langkah utama yang dilakukan Phintraco Sekuritas adalah memastikan kepatuhan penuh terhadap ketentuan Bursa Efek Indonesia. Secara internal, perseroan telah memperkuat koordinasi lintas divisi, sistem pengendalian internal, serta manajemen risiko. “Tujuannya agar fungsi liquidity provider berjalan optimal dan sesuai dengan regulasi yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Ferawati dalam keterangan tertulis kepada Tempo, Jumat, 24 April 2026.
Lebih lanjut, Ferawati menegaskan bahwa peran sebagai liquidity provider bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari strategi market deepening atau pendalaman pasar untuk meningkatkan kualitas transaksi dan efisiensi harga. Pemilihan kelima emiten tersebut dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan fundamental perusahaan, kebutuhan likuiditas, serta proyeksi minat investor. Meskipun memiliki prospek bisnis yang baik, emiten-emiten tersebut dinilai masih memiliki ruang yang luas untuk meningkatkan aktivitas perdagangan.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, menyatakan bahwa partisipasi anggota bursa sangat krusial dalam menciptakan kualitas pembentuk harga yang lebih baik. Dalam keterangannya pada Senin, 20 April 2026, Irvan menekankan bahwa BEI akan terus mendorong keterlibatan lebih luas dari para pelaku pasar agar ekosistem perdagangan saham di Indonesia menjadi lebih likuid, kredibel, dan berdaya saing tinggi.
Di sisi lain, pengamat dari Dewan Pengawas Perkumpulan Analis Efek Indonesia, Alfatih, menyoroti bahwa sebelum kebijakan ini diresmikan, peran liquidity provider sebenarnya sudah berjalan secara informal, namun pengawasannya belum optimal. Dengan adanya aturan resmi, diharapkan perlindungan terhadap investor akan lebih terjamin.
Alfatih menambahkan bahwa kebijakan ini berpotensi meningkatkan daya tarik pasar modal bagi investor institusi maupun investor ritel. “Keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada konsistensi pengawasan agar tidak terjadi fluktuasi likuiditas yang merugikan investor,” jelasnya. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu menarik minat investor asing dengan pilihan saham yang lebih beragam, sehingga pasar tidak hanya terpusat pada saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) saja. Peningkatan likuiditas secara menyeluruh dinilai menjadi faktor positif yang akan mendorong performa indeks secara keseluruhan.
Pilihan Editor: Cara BEI Membuat Pasar Saham Kembali Bergairah
Ringkasan
Phintraco Sekuritas resmi menjadi liquidity provider untuk lima saham di Bursa Efek Indonesia, yaitu GGRM, TKIM, TPMA, TUGU, dan WINS. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas, mempersempit selisih harga, serta menciptakan transaksi yang lebih efisien bagi pelaku pasar. Pihak perusahaan telah memperkuat sistem internal dan manajemen risiko guna memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi OJK dalam menjalankan fungsi sebagai penggerak pasar.
Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi pendalaman pasar untuk menciptakan pembentukan harga yang lebih berkualitas dan berdaya saing. Pengamat menilai kebijakan resmi ini akan memberikan perlindungan lebih baik bagi investor sekaligus meningkatkan daya tarik pasar modal bagi investor ritel maupun institusi. Diharapkan partisipasi aktif anggota bursa ini dapat mendorong aktivitas perdagangan yang lebih merata di luar saham-saham berkapitalisasi besar.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia