
Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI memberikan penghormatan terakhir kepada Nurlaela, seorang guru SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur, yang menjadi korban dalam tragedi tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya, BKN secara resmi menaikkan pangkat almarhumah satu tingkat lebih tinggi.
Melalui unggahan di akun Instagram resmi @bkngoidofficial pada Rabu (29/4), pihak BKN menyatakan telah menerbitkan Pertimbangan Teknis (Pertek) pemberian pensiun sekaligus kenaikan pangkat anumerta bagi almarhumah. “Kami menundukkan hati, mengirimkan doa bagi para korban. Semoga yang berpulang mendapatkan kedamaian dan yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis keterangan tersebut. BKN juga memastikan bahwa seluruh proses kenaikan pangkat serta pemenuhan hak-hak keluarga almarhumah telah ditindaklanjuti. “Selamat jalan, Ibu Nurlaela. ASN Guru hebat yang berpulang dalam tugas,” tutup pernyataan BKN.

Sosok Nurlaela: Guru Berdedikasi Tinggi
Nurlaela merupakan sosok pendidik yang dikenal memiliki dedikasi luar biasa. Selama tujuh tahun, ia mengabdi di SDN Pulo Gebang 11, Jakarta Timur, dengan menempuh perjalanan jauh setiap harinya dari kediamannya di Kampung Ceger, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Timur. Di tengah kesibukannya sebagai guru, ia juga dipercaya memegang tanggung jawab sebagai bendahara sekolah serta pengelola perpustakaan.
Mulyadi, paman almarhumah, mengenang sosok Nurlaela sebagai pribadi yang ulet dan tidak banyak bicara. “Dia pekerja yang ulet, enggak banyak bicara, benar-benar pekerja keras,” ungkapnya. Semangatnya dalam dunia pendidikan pun sangat tinggi, terbukti dengan keberhasilannya meraih gelar S2 dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tiga bulan sebelum ajal menjemputnya—sebuah prestasi yang menjadi kebanggaan keluarga.
Kepergian Nurlaela meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan keluarga, terutama bagi putra semata wayangnya yang kini duduk di bangku kelas VI SD. Prosesi pemakaman berlangsung dengan suasana haru yang menyelimuti langkah keluarga dan kerabat menuju tempat peristirahatan terakhir.
Di mata warga sekitar, Nurlaela akan selalu dikenang bukan sekadar sebagai guru, melainkan simbol ketekunan seorang perempuan yang berjuang meniti masa depan melalui pendidikan. Meskipun langkahnya harus terhenti di tengah perjalanan pulang, warisan dedikasi dan pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) akan selalu diingat oleh dunia pendidikan Indonesia.
Ringkasan
Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara resmi memberikan kenaikan pangkat anumerta kepada mendiang Nurlaela, seorang guru SDN Pulo Gebang 11 yang menjadi korban dalam tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Penghormatan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), di mana seluruh hak-hak keluarga almarhumah pun dipastikan telah ditindaklanjuti.
Nurlaela dikenal sebagai sosok pendidik yang gigih dan berdedikasi tinggi, yang telah mengabdi selama tujuh tahun dengan menempuh perjalanan jauh setiap harinya. Selain dikenal sebagai pekerja keras dan ulet, ia juga baru saja meraih gelar S2 dari Universitas Negeri Jakarta sesaat sebelum wafat, meninggalkan warisan inspiratif bagi dunia pendidikan Indonesia.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia