Buruh Penerima Sembako Prabowo Harap Harga Pangan Segera Turun

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat, 1 Mei 2026, berlangsung dengan suasana yang istimewa. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di tengah massa aksi, bahkan membagikan paket sembako kepada para peserta setelah rangkaian acara selesai digelar.

Advertisements

Elyana, salah satu peserta aksi asal Tangerang Selatan, mengaku senang menerima bantuan tersebut. Paket kebutuhan pokok yang ia terima dikemas dalam kantong putih berlogo Istana Kepresidenan Republik Indonesia, berisi beras, susu, minyak goreng, hingga kopi. Di balik kegembiraan tersebut, ia tetap menitipkan harapan agar pemerintah dapat terus menstabilkan harga bahan pokok demi kesejahteraan pekerja.

Selain soal harga sembako, Elyana menyoroti pentingnya perhatian pemerintah terhadap upah buruh dan perlindungan yang lebih maksimal bagi pekerja perempuan. Aspirasi ini selaras dengan 11 tuntutan yang disampaikan oleh Ketua Partai Buruh, Said Iqbal, kepada Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan tersebut.

Beberapa poin utama dalam tuntutan buruh meliputi pengesahan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan, penghapusan sistem outsourcing, penolakan upah murah, serta penanganan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak perang global. Selain itu, mereka juga menuntut reformasi pajak serta pengangkatan guru dan tenaga honorer P3K paruh waktu menjadi tenaga penuh waktu.

Advertisements

Said Iqbal menyatakan bahwa pemerintah telah merespons sejumlah tuntutan tersebut dengan langkah nyata. Salah satunya adalah pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga menjadi undang-undang. Presiden Prabowo pun disebut sedang membentuk satuan tugas khusus untuk mengantisipasi PHK dan mendorong terciptanya lapangan kerja baru, sekaligus menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Peringatan May Day 2026 sendiri terbagi menjadi dua titik aksi utama di Jakarta, yakni di kawasan Monas dan depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Khusus untuk aksi di Monas, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) bersama Partai Buruh mengemasnya dalam bentuk perayaan yang lebih dialogis dengan menghadirkan langsung kepala negara.

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, sebelumnya mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di Monas didasari oleh pertimbangan aksesibilitas yang luas bagi sekitar 400 ribu massa, termasuk pengemudi ojek online. Lokasi ini dipilih agar Presiden Prabowo dapat berinteraksi lebih dekat, termasuk berjabat tangan langsung dengan para buruh, yang sulit dilakukan jika acara diadakan di area tertutup seperti Stadion Gelora Bung Karno.

Dalam perayaan ini, Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi berupa suvenir eksklusif, yakni kaus yang didesain langsung oleh dirinya serta payung bagi para pekerja. Kehadiran Presiden di Monas menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan elemen buruh dalam memperingati Hari Buruh, sembari membahas isu strategis seperti kesejahteraan pengemudi ojek online dan ratifikasi standar kerja internasional.

Ringkasan

Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, dengan membagikan paket sembako kepada para pekerja. Dalam kesempatan tersebut, para buruh menyampaikan harapan agar pemerintah dapat menstabilkan harga bahan pokok dan meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui perlindungan yang lebih baik.

Aksi ini juga menjadi momentum bagi Partai Buruh untuk mengajukan 11 tuntutan, termasuk penghapusan sistem outsourcing dan penolakan upah murah. Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah berkomitmen untuk membentuk satuan tugas khusus guna mengantisipasi pemutusan hubungan kerja serta mengupayakan regulasi ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada tenaga kerja.

Advertisements