Pemkot Yogya bentuk tim tangani dampak kasus kekerasan daycare

Pemerintah Kota Yogyakarta bergerak cepat merespons kasus kekerasan di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha. Sebuah tim khusus dibentuk untuk menangani dampak psikologis maupun fisik yang dialami oleh para korban secara intensif.

Advertisements

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa pembentukan tim ini melibatkan kolaborasi dengan para pakar dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Sardjito, termasuk dokter spesialis dan sub-spesialis tumbuh kembang anak. Keahlian spesifik para dokter ini dinilai krusial karena penanganan korban kekerasan pada anak memerlukan pendekatan medis yang tidak bisa dilakukan oleh dokter umum biasa. Sedikitnya delapan dokter ahli tumbuh kembang telah disiagakan untuk memastikan proses pemulihan berjalan komprehensif.

Selain penanganan medis, Pemerintah Kota Yogyakarta juga memprioritaskan pemulihan trauma dengan mengerahkan psikolog profesional. Hasto mengungkapkan bahwa terdapat 104 anak yang terdata sebagai korban dan kini mendapatkan pendampingan. Guna memastikan penanganan yang maksimal, rasio psikolog ditetapkan yakni satu orang psikolog untuk menangani empat hingga lima anak. Langkah ini diharapkan dapat mendeteksi sedini mungkin dampak jangka panjang yang mungkin dialami korban.

Di sisi lain, muncul dugaan penggunaan obat tidur atau zat kimia seperti CTM kepada anak-anak di daycare tersebut. Menanggapi hal itu, Hasto yang juga berlatar belakang sebagai dokter kandungan mengakui adanya kendala medis dalam pembuktian. Jejak biologis obat jenis CTM memiliki durasi kerja yang singkat dalam tubuh, sehingga sulit dideteksi melalui pemeriksaan feses atau urine jika telah melewati delapan jam pasca-konsumsi.

Advertisements

Sebagai langkah alternatif, pemerintah mengandalkan analisis psikolog untuk mencari indikasi perilaku yang menunjukkan ketergantungan atau efek samping paparan zat kimia. Meski pendekatan biologis memiliki tantangan tersendiri, Hasto menegaskan komitmen pemerintah untuk memfasilitasi skrining medis menyeluruh apabila diperlukan untuk mendukung proses penyelidikan kepolisian.

Sementara itu, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah tegas terhadap fenomena daycare ilegal. Sultan telah memerintahkan penutupan sementara tempat penitipan anak yang beroperasi tanpa izin resmi di seluruh wilayah DIY.

Gubernur juga menginstruksikan seluruh kepala daerah di DIY untuk menerbitkan surat edaran baru terkait operasional daycare. Salah satu poin utama dalam regulasi tersebut adalah kewajiban pemasangan kamera pengawas atau CCTV. Sultan menekankan bahwa penggunaan CCTV harus dilakukan secara transparan dan idealnya dapat diakses oleh pihak terkait guna memastikan pengawasan yang lebih efektif serta memberikan perlindungan maksimal bagi anak-anak di masa depan.

Pilihan Editor: Sultan HB X Minta Bupati Terbitkan Edaran Stop Operasi Daycare Ilegal

Ringkasan

Pemerintah Kota Yogyakarta telah membentuk tim khusus yang melibatkan dokter ahli tumbuh kembang dari RSUP dr. Sardjito dan psikolog profesional untuk menangani 104 anak korban kekerasan di daycare Little Aresha. Langkah ini dilakukan guna memastikan pemulihan fisik dan psikologis berjalan komprehensif, dengan rasio satu psikolog untuk setiap empat hingga lima anak guna memantau dampak jangka panjang secara intensif.

Selain penanganan medis, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memerintahkan penutupan sementara seluruh daycare ilegal dan mewajibkan pemasangan CCTV di tempat penitipan anak. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan transparansi dan pengawasan efektif agar insiden serupa tidak terulang di masa depan, sekaligus membantu proses penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan zat kimia pada anak.

Advertisements