Prabowo minta buruh cicil rumah sampai 40 tahun, pemerintah bakal sediakan 1 juta unit

JogloNesia – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja melalui penyediaan satu juta unit rumah. Program hunian yang mengusung konsep klaster ini rencananya akan dibangun di lokasi-lokasi strategis yang dekat dengan kawasan industri guna memudahkan akses mobilitas para buruh.

Advertisements

Pada tahap awal, pemerintah menargetkan pembangunan 350 ribu unit rumah subsidi sebagai langkah pembuka. Namun, Presiden menargetkan akselerasi pembangunan agar target minimal satu juta unit dapat segera terealisasi. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam perayaan May Day 2026 yang berlangsung di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Langkah ini diambil berdasarkan fakta bahwa sekitar 30 persen dari total penghasilan para buruh saat ini habis terserap hanya untuk biaya kontrak tempat tinggal. Presiden meyakini bahwa program rumah bersubsidi ini akan menjadi solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki aset properti sendiri di masa depan.

Dalam penjelasannya, Prabowo menekankan bahwa program hunian ini tidak diberikan secara gratis, melainkan melalui skema kepemilikan yang terjangkau. Pemerintah menyiapkan sistem cicilan dengan durasi yang sangat fleksibel, mulai dari jangka waktu 20 tahun hingga maksimal 40 tahun, guna menyesuaikan dengan kemampuan finansial para pekerja.

Advertisements

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa peran buruh, petani, dan nelayan sangat krusial bagi bangsa karena mereka merupakan elemen masyarakat yang setia membangun tanah air. Oleh karena itu, penyediaan hunian subsidi menjadi prioritas pemerintah untuk menjamin masa depan rakyat yang membutuhkan kepastian tempat tinggal di dalam negeri.

Ringkasan

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menyediakan satu juta unit rumah bersubsidi dekat kawasan industri untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh. Program hunian berkonsep klaster ini bertujuan meringankan beban biaya tempat tinggal yang saat ini menyerap sekitar 30 persen penghasilan pekerja. Pemerintah menargetkan pembangunan awal sebanyak 350 ribu unit sebagai langkah pembuka untuk mencapai target total tersebut.

Kepemilikan rumah dilakukan melalui skema cicilan terjangkau dengan jangka waktu fleksibel mulai dari 20 hingga 40 tahun. Kebijakan ini merupakan bentuk penghargaan bagi buruh, petani, dan nelayan atas peran krusial mereka dalam membangun tanah air secara berkelanjutan. Penyediaan hunian subsidi ini diharapkan dapat menjamin masa depan rakyat dengan memberikan kepastian aset properti milik sendiri.

Advertisements