Hantavirus kemungkinan menyebar antarpenumpang di kapal pesiar, kata WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan adanya kemungkinan penularan hantavirus antarmanusia di atas kapal pesiar MV Hondius. Insiden ini mencuat setelah tiga penumpang kapal tersebut dilaporkan meninggal dunia, memicu kekhawatiran global mengenai penyebaran virus yang biasanya ditularkan melalui hewan pengerat ini.

Advertisements

Meskipun hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan kotoran, air liur, atau urine tikus, WHO menduga infeksi kali ini terjadi akibat “kontak yang sangat dekat” di lingkungan kapal. Meski demikian, WHO menekankan bahwa risiko penularan bagi masyarakat umum saat ini tergolong rendah.

Situasi Terkini di MV Hondius

Kapal pesiar MV Hondius, yang telah berlayar dari Argentina melintasi Samudra Atlantik sejak bulan lalu, saat ini tengah berlabuh di perairan dekat Tanjung Verde, Afrika bagian barat. Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan bahwa sebanyak 149 orang dari 23 negara masih berada di atas kapal dengan menerapkan protokol pencegahan yang ketat.

Advertisements

Sebagai langkah penanganan, tim medis dari Tanjung Verde yang didukung oleh WHO telah naik ke kapal untuk melakukan pengujian terhadap awak dan penumpang yang menunjukkan gejala. Bukti ketegangan situasi terlihat dari dokumentasi foto yang menunjukkan petugas medis mengenakan pakaian hazmat saat melakukan operasi di kapal kecil di samping MV Hondius.

Proses evakuasi medis pun sedang dipersiapkan. Dua orang awak kapal—masing-masing warga negara Inggris dan Belanda—dijadwalkan untuk dievakuasi melalui jalur udara ke Belanda setelah mengalami gejala pernapasan akut. Selain itu, seorang individu yang sempat berkontak erat dengan penumpang asal Jerman yang meninggal dunia juga dijadwalkan untuk dievakuasi.

Analisis Medis dan Investigasi WHO

Pejabat WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, menyatakan bahwa hipotesis utama mereka adalah adanya penularan antarkontak dekat. Hingga saat ini, tercatat tujuh kasus hantavirus, dengan rincian dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek. Dua kasus terkonfirmasi melibatkan seorang perempuan warga negara Belanda yang meninggal dunia, serta seorang pria asal Inggris berusia 69 tahun yang kini dirawat di Afrika Selatan.

Para penyelidik menduga bahwa galur Andes dari hantavirus, yang endemik di Amerika Selatan tempat pelayaran dimulai, menjadi penyebab dalam kasus ini. Meskipun tidak ditemukan bukti adanya tikus di atas kapal, Van Kerkhove menjelaskan bahwa kapal sebelumnya telah mengunjungi berbagai pulau yang berpotensi menjadi habitat hewan pengerat.

Saat ini, pihak kapal telah melakukan disinfeksi menyeluruh, sementara staf medis dan pasien yang menunjukkan gejala diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap untuk meminimalkan risiko lebih lanjut.

Ketidakpastian dan Respon Internasional

Terkait masa depan perjalanan kapal tersebut, pemerintah Spanyol memberikan izin bagi MV Hondius untuk berlabuh di Kepulauan Canary guna keperluan pemantauan medis. Namun, Kementerian Kesehatan Spanyol menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai penerimaan kapal baru akan diambil setelah data epidemiologis dari Tanjung Verde terkumpul.

Suasana di atas kapal dilaporkan penuh dengan ketidakpastian. Vlogger perjalanan, Jake Rosmarin, mengungkapkan melalui media sosial bahwa para penumpang sangat mengharapkan kejelasan dan keamanan agar bisa segera pulang. Sementara itu, pihak keluarga dari pasangan Belanda yang meninggal dunia menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa perjalanan mereka.

Hingga saat ini, proses pengujian medis terus berlangsung untuk memetakan penyebaran virus dan menentukan langkah evakuasi serta prosedur kesehatan berikutnya bagi seluruh pihak yang berada di atas kapal.

Ringkasan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan adanya kemungkinan penularan hantavirus antarmanusia melalui kontak dekat di kapal pesiar MV Hondius, setelah insiden yang menyebabkan tiga penumpang meninggal dunia. Meskipun hantavirus umumnya disebarkan oleh hewan pengerat, otoritas kesehatan menduga galur Andes menjadi penyebab infeksi pada 149 orang di kapal tersebut, dengan tujuh kasus yang telah teridentifikasi hingga saat ini.

Sebagai langkah penanganan, tim medis telah melakukan pengujian terhadap seluruh penumpang dan awak kapal yang berlabuh di dekat Tanjung Verde, serta menyiapkan evakuasi medis bagi mereka yang menunjukkan gejala akut. Pihak operator kapal telah melakukan disinfeksi menyeluruh dan mewajibkan penggunaan alat pelindung diri, sementara pemerintah Spanyol mempertimbangkan izin berlabuh di Kepulauan Canary setelah data epidemiologis terkumpul.

Advertisements