
JAKARTA, JogloNesia. Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tekanan berat di pasar keuangan. Pada penutupan perdagangan Kamis (14/5/2026), mata uang Garuda kembali terperosok ke level terendah baru terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada posisi Rp 17.529 per dolar AS. Angka ini mencerminkan pelemahan sebesar 0,30% jika dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya, Rabu (13/5/2026), yang berada di level Rp 17.476 per dolar AS.
Rekomendasi Saham RATU, ELSA, dan ADMR untuk Perdagangan 18 Mei 2026
Pelemahan ini menandai rekor terlemah rupiah sepanjang sejarah. Tren negatif ini kian mengkhawatirkan karena posisi tersebut merupakan level terendah baru setelah sebelumnya rupiah sempat menyentuh titik terendah pada Selasa (12/5/2026).
Sementara itu, mengacu pada laporan Reuters, indeks dolar AS (DXY)—yang digunakan sebagai alat ukur kekuatan mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia—tercatat berada di level 97,98.
Kondisi serupa juga terjadi di kawasan regional Asia. Won Korea Selatan terpantau bergerak stabil di kisaran 1.488,32 per dolar AS, sementara pergerakan Ringgit Malaysia dan dolar Taiwan tercatat cenderung stagnan atau tidak banyak mengalami perubahan.
Harga Emas Diproyeksi Tetap Volatil pada 2026, Ketidakpastian Global Jadi Penopang
Di sisi lain, mata uang Asia lainnya menunjukkan kinerja yang beragam. Peso Filipina melemah sebesar 0,3% dan memperpanjang catatan buruknya sebagai salah satu mata uang dengan performa terlemah di Asia sepanjang tahun 2026, dengan total depresiasi mencapai 4,4%.
Tekanan yang lebih berat justru dirasakan oleh Rupee India. Mata uang tersebut mencatat rekor terendah baru di level 95,9575 per dolar AS. Capaian negatif ini memperpanjang tren pelemahan Rupee selama lima hari perdagangan berturut-turut, dengan akumulasi penurunan lebih dari 6% sepanjang tahun 2026.
Ringkasan
Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor terendah dalam sejarah setelah ditutup di level Rp17.529 per dolar AS pada perdagangan Kamis (14/5/2026). Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,30% dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp17.476 per dolar AS.
Tren pelemahan ini terjadi di tengah kondisi pasar Asia yang menunjukkan performa beragam terhadap dolar AS. Selain rupiah, beberapa mata uang regional seperti Rupee India juga mencatatkan rekor terendah baru, sementara Peso Filipina terus mengalami depresiasi signifikan sepanjang tahun 2026.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia