
Rencana penyelenggaraan acara nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di sebuah kafe di Bandung, Jawa Barat, terpaksa ditunda. Pembatalan ini dilakukan setelah pemilik kafe mengaku mendapatkan larangan dari pihak tak dikenal untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Penggagas acara, Albiansyah, menjelaskan bahwa ia awalnya berniat mengadakan pemutaran terbatas pada Sabtu, 16 Mei 2026. Namun, rencana tersebut harus dihentikan mendadak saat pemilik tempat menghubunginya dan menyampaikan instruksi pelarangan. “Sekarang saya masih mencari tempat baru,” ujar Albiansyah saat dihubungi Tempo pada Kamis, 14 Mei 2026.
Inisiatif nobar ini bermula dari rasa penasaran Albiansyah terhadap pemberitaan luas mengenai pelarangan film Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Setelah menyadari bahwa ia melewatkan jadwal pemutaran resmi melalui akun Instagram Indonesia Baru, Albiansyah memutuskan untuk mengorganisasi acara sendiri setelah mendapatkan dorongan dari pengikutnya di media sosial.
Setelah mendapatkan lokasi dan kesepakatan dengan pemilik kafe, ia mengunggah poster digital pada Rabu malam, 13 Mei 2026. Antusiasme publik ternyata cukup tinggi; dalam waktu kurang dari dua jam, jumlah pendaftar sudah melampaui target awal sebanyak 30 orang. Meskipun pemilik kafe sebelumnya menyatakan kapasitas tempat mampu menampung hingga 50 orang, rencana tersebut akhirnya batal karena tekanan pihak eksternal yang tidak disebutkan identitasnya oleh pemilik kafe.
Saat ini, Albiansyah telah menginformasikan pembatalan sementara kepada para calon penonton sembari berupaya mencari lokasi alternatif untuk memutar film tersebut.
Peristiwa di Bandung ini menambah catatan panjang mengenai hambatan terhadap pemutaran film Pesta Babi di berbagai daerah. Sebelumnya, kegiatan serupa yang diselenggarakan di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Khairun, Ternate, pada Selasa, 12 Mei 2026, juga mengalami pembubaran paksa.
Ketua Umum KAFRAPALA, Asriati La Abu, mengungkapkan bahwa pembubaran tersebut terjadi sekitar pukul 22.56 WIT. Menurut Asriati, petugas keamanan kampus sempat mendokumentasikan kegiatan, sebelum akhirnya kembali bersama seorang anggota TNI untuk menghentikan pemutaran karya sutradara Dandhy Dwi Laksono dan Cipry Paju Dale tersebut secara langsung.
Pilihan Editor: Tentara, Kok, Merazia Diskusi Film ‘Pesta Babi’
Dani Aswara, Budhy Nurgianto, dan Abdul Latief Apriaman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Ringkasan
Rencana nonton bareng film dokumenter Pesta Babi di sebuah kafe di Bandung terpaksa dibatalkan setelah pemilik tempat menerima larangan dari pihak tak dikenal. Penggagas acara, Albiansyah, memutuskan untuk membatalkan kegiatan tersebut demi menjaga keamanan meskipun antusiasme pendaftar cukup tinggi. Saat ini, ia sedang berupaya mencari lokasi alternatif untuk menjadwalkan ulang pemutaran film tersebut.
Pembatalan di Bandung ini menambah daftar hambatan serupa dalam pemutaran film karya Dandhy Dwi Laksono dan Cipry Paju Dale tersebut. Sebelumnya, kegiatan serupa di Universitas Khairun, Ternate, juga mengalami pembubaran paksa oleh petugas keamanan kampus bersama oknum anggota TNI. Peristiwa ini menunjukkan adanya pola penolakan terhadap diskusi dan pemutaran film tersebut di berbagai wilayah Indonesia.
JogloNesia Informasi Jogja Solo Indonesia