Dirumorkan ke Persebaya, Kartu Merah Ramadhan Sananta Disorot Media Malaysia

JogloNesia — Penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta, resmi mengakhiri perjalanannya bersama klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC, setelah tampil selama satu musim di Liga Super Malaysia. Di tengah spekulasi kepindahannya ke Persebaya Surabaya, media Malaysia justru kembali menyoroti insiden kartu merah kontroversial yang melibatkan Sananta saat menghadapi Sabah FC di Stadion Negara Hassanal Bolkiah.

Advertisements

Kabar mengenai berakhirnya kerja sama antara Sananta dan DPMM FC mencuat setelah klub mengumumkan daftar pemain yang dilepas untuk musim mendatang. Penyerang berusia 23 tahun tersebut masuk ke dalam daftar pemain pertama yang diputus kontraknya, bersama dengan dua rekannya, Michel Americo dan Najib Tarif.

Keputusan resmi tersebut dirilis melalui laman resmi klub pada Rabu (13/5/2026). Meski melepas sang pemain, pihak DPMM FC tetap memberikan apresiasi atas kontribusi yang telah diberikan Sananta sepanjang musim.

“DPMM FC melepas Ramadhan Sananta, serta kiper asal Brasil, Michel Americo, dan Najib Tarif. Pelepasan pemain lainnya akan menyusul dalam waktu dekat,” tulis pernyataan resmi klub.

Advertisements

Rumor Reuni dengan Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya

Kabar kepindahan Ramadhan Sananta ke Persebaya Surabaya kini semakin berhembus kencang. Spekulasi ini muncul lantaran namanya dikaitkan dengan sosok pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares. Keduanya memiliki rekam jejak sukses saat membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 musim 2022/2023. Kala itu, kolaborasi mereka membuahkan hasil impresif dengan catatan 11 gol dan dua assist dari Sananta yang saat itu baru menginjak usia 20 tahun.

Kedekatan emosional dan profesional dengan Tavares membuat banyak pihak meyakini bahwa peluang reuni di Persebaya Surabaya sangat terbuka lebar. Meskipun performa Sananta di DPMM FC belum sepenuhnya eksplosif, pengalamannya merumput di liga luar negeri dianggap sebagai modal berharga untuk kembali bersaing di kompetisi domestik.

Berdasarkan data Transfermarkt, Sananta telah tampil dalam 27 pertandingan di seluruh ajang domestik bersama DPMM FC dengan mengoleksi empat gol dan dua assist. Pihak klub pun tidak menutup pintu rapat-rapat bagi sang pemain di masa depan, mengingat usia Sananta yang masih muda dan memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.

“Klub berterima kasih atas jasanya. DPMM akan terus memantau perkembangannya, dan bukan tidak mungkin kami akan merekrutnya kembali di masa depan jika ia menunjukkan progres yang baik,” tambah pihak klub.

Kartu Merah Kontroversial yang Disorot Media Malaysia

Di balik rumor transfernya, nama Sananta sempat menjadi perbincangan hangat di media Malaysia akibat insiden kartu merah saat laga melawan Sabah FC. Momen tersebut dinilai sebagai salah satu pelanggaran paling keras yang melibatkan pemain asal Indonesia di Liga Super Malaysia musim ini.

Insiden terjadi pada menit ke-16 di Stadion Negara Hassanal Bolkiah. Saat berusaha memperebutkan bola, kaki Sananta terangkat terlalu tinggi hingga mengenai bagian kepala penyerang Sabah FC, Darren Lok. Wasit yang memimpin jalannya pertandingan tanpa ragu langsung mengganjar Sananta dengan kartu merah langsung.

“Situasi ini mendorong pengadil tidak teragak-agak melayangkan kartu merah kepada Ramadhan atas apa yang berlaku,” tulis media lokal Malaysia, Makan Bola, yang turut menyertakan cuplikan dari siaran langsung Astro Arena.

Benturan keras tersebut mengharuskan tim medis segera memberikan perawatan darurat kepada Darren Lok di tengah lapangan. Beruntung, penyerang Harimau Malaya tersebut masih dapat melanjutkan pertandingan. Kehilangan satu pemain sejak awal laga membuat langkah DPMM FC semakin berat, bahkan pelatih Jamie McAllister tidak melakukan perubahan taktis hingga babak pertama usai.

Statistik dan Masa Depan Sananta

Secara keseluruhan, musim perdana Ramadhan Sananta di Liga Super Malaysia berjalan cukup menantang. Berdasarkan statistik, ia mencatatkan 21 penampilan dengan torehan dua gol dan satu assist. Selain itu, ia juga mengoleksi satu kartu kuning dan satu kartu merah selama 1.389 menit bermain.

Angka tersebut memang belum memenuhi ekspektasi banyak pihak, mengingat reputasi besar yang dibawa Sananta sebagai striker tajam di Timnas Indonesia. Namun, usia muda menjadi faktor utama yang diyakini akan membentuk kematangan mental dan performanya di masa depan.

Kini, masa depan sang penyerang menjadi tanda tanya besar setelah resmi dilepas oleh DPMM FC. Persebaya Surabaya muncul sebagai kandidat terkuat yang berpotensi menjadi pelabuhan berikutnya bagi Sananta. Jika transfer ini benar terjadi, reuni antara Sananta dan Bernardo Tavares dipastikan akan menjadi salah satu magnet utama dalam persaingan Liga 1 musim depan.

Ringkasan

Ramadhan Sananta resmi dilepas oleh klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC, setelah menjalani satu musim di Liga Super Malaysia dengan catatan 21 penampilan serta dua gol. Di tengah kabar tersebut, muncul spekulasi kuat mengenai potensi kepindahan penyerang berusia 23 tahun ini ke Persebaya Surabaya. Rumor ini berkembang karena adanya kedekatan Sananta dengan pelatih Bernardo Tavares, yang pernah bekerja sama dengannya saat meraih gelar juara Liga 1 di PSM Makassar.

Selain soal transfer, media Malaysia kembali menyoroti insiden kartu merah kontroversial yang diterima Sananta saat melawan Sabah FC. Insiden tersebut terjadi akibat pelanggaran keras terhadap Darren Lok yang memaksa Sananta keluar lapangan lebih awal. Meski statistiknya di liga luar negeri dinilai belum sepenuhnya memuaskan, usia muda dan pengalamannya dianggap menjadi modal berharga bagi klub yang akan meminangnya di kompetisi domestik mendatang.

Advertisements